Tampilkan postingan dengan label temanggung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label temanggung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Januari 2021

15 Umpak Makam Tloyo di Karanggedong Temanggung, apakah ini Bukti ada Kedaton?

     Selasa, 19 Januari 2020, Lanjutan dari Penelusuran Sillaturahmi di Temanggung bersama mas Ahmad Fathul Mubtada atau di channel youtube dikenal dengan channel @Fathul ahsanaira, destinasi Sebelumnya di Yoni Merah Gondang Ngisor dan Candi Gondang Ngadirejo. Masih di Kecamatan Ngadirejo Temanggung, Kami kemudian meluncur di Desa lain, tepatnya di Desa Karanggedong. Postingan mas Fathul tentang keberadaan 15 umpak di makam sangat menarik hati saya.
Umpak Situs Tloyo (property by Ahmad Mufathul)
     Dari asal etimologi nama Desa Karanggedong; sangat berarti sekali dan membuat penasaran, karang yang berarti batu, sementara gedong berarti bangunan yang sangat indah, besar, dsb., menjadikan menuju lokasi ini saya sangat antusias. Apalagi tahun 2018 saya pernah ke desa Karanggedong ini saat penelusuran (buka link ini:) Struktur Batu di Desa Karanggedong.
   Masih membonceng mas Fathul, tak berapa lama kemudian kami sampai di kompleks pemakaman Tloyo, Dan Langsung Disambut Umpak-Umpak cukup besar yang bergeletakan...
Situs Tloyo (property of Ahmad Mufathul)
      Karena berserakan di beberapa titik (namun masih berdekatan hanya tak terjangka kamera dalam satu frame, jadi saya dokumentasikan gambar umpak satu - satu :





   Satu Umpak di posisi yang agak jauh, 
(property of Ahmad Mufathul)

        Umpak sendiri adalah alas tiang dari sebuah bangunan, Bila umpak berjumlah 15an, kemudian berukuran cukup besar dikelilingi peninggalan disekitarnya. Apa itu bukan merupakan Bukti kehadiran Kedaton di sini? 
   Yang paling mungkin tentu saja keraton pada amsa Mataram kuno milik salah satu Rakai.... sebuah asumsi yang menarik untuk terus saya gali, semoga mas Fathul masih berkenan menemani penelusuran jejak Ngadirejo, juga rekan pecinta cagar budaya yang lain. Ayo kita buktikan bersama.....
 Channel Youtube :

https://youtu.be/NBxluvpTkGU

    Link 2 destinasi Blusukan sebelum ke lokasi ini  (jangan lupa mampir juga ya...) :
   (Maturnuwun bantuan kameranya mas, saat HP saya sudah mati)
Maturnuwun Mas @Ahmad Fathul Mubtada
Maturmuwun fotonya mas Fathul....
     Salam Pecinta Situs dan Watu Candi
#hobikublusukan

Senin, 18 Januari 2021

Mengungkap jejak Candi Gondang di Gondang Ngisor, Ngadirejo Temanggung

Candi Gondang
           Selasa, 19 Januari 2021, lanjutan Blusukan Silaturahmi di Pecinta Situs Ngadirejo dengan akun IG : @Ahmadfathulmub, Setelah Mampir di Yoni dekat rumah beliau : Yoni Merah Gondang Lor
    Perjalanan dilanjutkan destinasi selanjutnya. Masih membonceng Mas Fathul, saya ngikut saja, ketika berhenti tepat di parkiran Kantor Kelurahan Manggong, pikir saya beliau perlu bikin surat. Eh.. ternyata situs berada di belakang Kantor kelurahan, di makam Gondang Ngisor. Makam ini terapit diantara Kantor Kelurahan dan Masjid Al-Mujahidin.
     Saat Menuju lokasi OCB di foto yang saya tunjukkan di Medsos beliau, saya disajikan, struktur batuan candi di salah satu makam, dmana batu candi tersebut terdapat hiasan pola/ berpelipit. Yang menunjukkan struktur tersebut merupakan bagian tepian bangunan = candi. 
Struktur Candi Gondang
    Kemudian berjalan melewati beberapa makam, sekitar 10m kemudian di dekat Masjid/ berbatasan langsung dengan dinding masjid, sampailah saya di situs dengan OCB yang ditumpuk... hehehehhe...
Candi Gondang
     Dari uraian mas Fathul, untuk posisi paling bawah, beliau mendeskripsikan itu adalah lapik arca. Dengan pelipit yang sangat sederhana, tegas nan indah walaupun tentu saja di beberapa bagian nampak aus, rusak dan berlumut. Untuk arca diatasnya perlu kajian atau mencari literatur terlebih dahulu.
Lapik Candii Gondang
     Sedangkan yang tengah, Yoni dengan ukuran lumayan kecil. dengan kondisi yang kurangn lebih sama.
          Close up leboh dekat badan Yoni, 

     Sementara Batuan berbentuk kotak menjadi bagian struktur Bangunan Candi, 
Struktur Batu Candi Gondang
     Sementara 2 batuan lagi kami duga batu baru bagian dari nisan salah satu makam. 
      Kenapa ditumpuk, saya tak begitu yakin. Tak ada yang bercerita sebenarnya. Hanya dugaan saya biar nampak bagus/ karena untuk menghemat tempat... saya mencoba berpikir memahami jalan pikiran orang yang menumpuk. 
Candi Gondang, Ngadirejo
    Positifnya berada di makam, juga berada dibelakang antor Kelurahan semoga tumpukan OCB ini aman dan terawat. (njawil Kelurahan... semoga diupayakan untuk menguri-uri, lha wong di belakang kantor dan selemparan batu saja kok... eman2!.
     Mencoba mendokumentasikan dengan Vlog, walau grogi karena bersama mas Fathul Vlogger jempolan.. hehehe... monggo channel beliau di : Fathul Ahsanaira
   Kalau saya? tentu saja sangat amatir di : 
(Proses edit)
     Maturnuwun Mas Fathul,
      Salam Pecinta Situs dan Watu Candi
     Baca juga blusukan sebelum ini di link : Yoni Merah Gondang Lor Desa manggong
     Berlanjut ke destinasi ke tiga Situs 15 Batu Umpak 
#hobikublusukan

Sabtu, 25 Agustus 2018

Blusukan Edisi Spesial : Arca Nandi Kentengsari dan Wisata Alam Posong Temanggung

Arca Nandi Kentengsari Candiroto Temanggung
       Sabtu, 26 Agustus 2018. Saat itu, kalau tak salah Desember 2017 Mas Hendri Samoesir share foto ngetrip nya bersama sang istri di grup WA. Seketika itu juga, entah kenapa saya langsung jatuh cinta, obyeknya adalah Arca Nandi di Desa Kentengsari, Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung.
Arca Nandi Kentengsari candiroto, foto by Hendri Samosir
      Suasana di sekitar Situs tersebut nampak sangat menyejukkan mata. Juga posisinya dipinggir jalan.
     Yang gila adalah enam bulan sebelumnya saya ternyata telah datang ke Kentengsari Candiroto Temanggung, dimana teman kerja menikah dapat istri dari desa ini, saat itu saya bahkan sempat keblabasen (saya baru tahu kurang dari 100m saya balik arah Situs ini berada) hampir ke lokasi situs Sayang sekali dewi fortuna belum memayungi saya.
    Beberapakali di setiap momen saya mencoba merencanakan penelusuran ke Situs Arca nandi ini. Namun ada saja penghalangnya. Mulai dari acara mendadak, sampai petunjuk yang hilang begitu saja. Ya hilang.... 
      Sampai kesempatan itu datang, saya mencoba melakukan dengan 'cara' yang berbeda. jika biasanya penelusuran sendiri atau ngajak rekan. Kali ini strategi saya ngajak orang paling dekat dalam hidup saya. Yang memang jarang saya ajak. Istri.
    Tentu saja, karena mengajak istri, selain ke Situs Arca Nandi Kentengsari, saya tawari ke wisata alam Posong di Kledung Temanggung. Mohon maaf untuk kedua anak saya, (Jagad-Bhumi) kami tinggal di rumah mbahnya...hehehehe.. 
      Terus terang saya juga ingin waktu 'couple time' yang sangat langka kami bisa menghabiskan waktu cuma berdua. 
       Berangkat dari Semarang sekitar jam 10, setelah mengantar istri terlebih dulu di Jl. Thamrin Semarang (saya sempat pula ke Gramedia beli peta perjalanan ke Jatim--rencana trip bareng selanjutnya), melewati jalur tembus Temanggung, yaitu langsung lewat Kaloran - Kandangan.
    Karena beberapa petunjuk yang diberi rekan sudah hilang semua, membuat ragu, sehingga saya bertanya ke warga yang berada di pinggir jalan : arah menuju Candiroto. Petunjuk yang saya dapat, harus ambil kanan menuju Gemawang. Walau saya ragu, karena seingat saya saat kondangan ke rekan saya, lewat jalur yang sebelah kiri. 
     Namun saya percaya bapak tersebut, tapi akhirnya kejadian yang tak mengenakkan saya alami juga. Hampir 20 menit saya melaju, namun semakin jauh keraguan semakin jelas. Untungnya sedikit terobati karena jalurnya melewati hutan Pinus yang sejuk dan damai. Sempat beristirahat sebelum balik kanan saya mengulang lagi menyusuri jalan menuju Muntung.
     Beberapa waktu sampailah kami di pertigaan Muntung, Ambil kiri kemudian langsung Kanan melewati SMA N 1 Candiroto. Sampai disini saya sudah 100% mengingat jalan ini. 
      Tak Sabar rasanya menuju lokasi. 
      Sampailah, 
Arca Nandi Kentengsari Candiroto Temanggung
    Konon dulu ada 2 Arca nandi di Kentengsari ini. Nama Desa Kentengsari juga biasanya bermula dari keberadaan sebuah batu 'kenteng" yang biasaya disebut untuk memudahkan mengingat sebuah lokasi : penanda, sementara kata "Sari" dugaan saya bisa jumlah watu kenteng lebih dari satu atau watu kenteng itu sangat indah. Sementara istilah Kenteng = Yoni. 
       Secara sederhana, menghubungkan nama Desa, kemudian adanya bukti keberadaan Arca Nandi di Kentengsari, saya pribadi menduga ada sebuah tempat suci di lokasi ini. Arca Nandi adalah Wahana dari Dewa Siwa, yang di manifestasikan dalam wujud Yoni = kenteng. Lingga, Lapik dan bahkan mungkin struktur batu Candi. 
Arca Nandi Kentengsari Candiroto Temanggung
       Arca Nandi Ketengsari Candiroto ini unik, dengan bentuk yang menurut saya berbeda dengan arca Nandi seperti yang biasa saya temui. Arca Nandi yang merupakan perwujudan dari Sapi/Lembu ini duduk dengan posisi njerum. 
Arca Nandi Kentengsarii Candiroto Temanggung
    Walaupun memang tak secara detail persis sama hewan aslinya 100%, namun tetap membuktikan bahwa ini juga adalah hasil olah karya peradaban leluhur. Tetap sangat mempesona.
Arca Nandi Kentengsarii Candiroto Temanggung
    Ditambah latar belakang gunung Sindoro yang gagah. Sangat mengagumkan!
    Setelah merasa cukup, karena durasi juga membatasi kami berdua. Kami segera memutuskan untuk menuju destinasi plus blusukan spesial couple ini. Setelah sebelumnya sempat mampir beli Bakso-Mie Ayam di perempatan  (lupa nama perempatannya), namun rasanya tak karuan. Untungnya kami berdua sangat lapar. ---             Blusukan couple Bersama Istri :
Arca Nandi Kentengsari Candiroto Temanggung
      Dari desa Kentengsari Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung, kemudian kami menyusuri jalan desa, tembus Parakan dan meluncur kearah Wonosobo. tepatnya didaerah kledung lokasi Wisata Alam Posong berada.
    Saya pribadi cukup senang, ketika Blusukan spesial romantis kali ini. Selain bisa lihat situs Arca Nandi, bisa wisata pemandangan alam merefreshkan pikiran pula, yang paling penting adalah bisa berduaan dengan Istri Karena"Keluarga itu paling penting!!", 
Posong Temanggung
          Salam Pecinta Situs dan Watu Candi

Arca Nandi Kentengsari 
#HobikuBlusukan

Kamis, 03 Mei 2018

Situs Purbakala di Masjid Wali Limbung, Ngadirejo Temanggung : Watu Candi

Situs Purbakala di Masjid Wali Limbung, Ngadirejo Temanggung : Watu Candi
       Kamis, 3 Mei 2018, Tawaran menggiurkan dari Lek Suryo untuk Blusukan luar kota tak mampu kulewatkan begitu saja, padahal sebelumnya sudah ngedate kemisan dengan Mas Eka W P. Njaluk ngapurane Mas Eka WP, langsung tancep kayon. Tapi spekulasiku lha bener, dirimu mesti sibuk... heheheh". 
     Kira- kira 2 tahun lalu saat saya penelusuran area Ngadirejo Temanggung ternyata melewatkan satu lokasi. Saat itu  Max Trist tanya, "Gak Mampir masjid wali limbung? di belakang tembok pagar masjid ada watu candi lho".... spontan saya bengong, gelone tenanan. Tak jeli walaupun saat itu intuisi saya ada keinginan kuat, rasa ingin mampir pas melewati masjid tersebut. (saya masih ingat setelah mampir di Ganesha pinggir jalan). Walaupun saat itu saya ketemu dengan rekan komunitas temanggung pula.. tapi sudahlah.. Hari ini.... sudah terobati juga.
         Berangkat dari Ungaran jam 8, "Kerjo terus kapan dolane", jadi penguat hati saya, semacam alasan untuk me-refreshkan pikiran ditengah dera masalah pekerjaan. 
    Lebih dulu ke Salatiga, Lek Sur merampungkan gawean lebih dulu,  (saat sampai di pasar Salatiga pas ada kebakaran di salah satu ruko toko plastik). Sempat melihat tapi swear bukan melihat dalam arti berwisata lho ya... (banyak yang begitu soalnya... wkwkwk). Dari Salatiga kemudian menuju destinasi melalui Bandungan, Jalur Sumowono-Kaloran Temanggung-Parakan.... Rute yang cukup mengerikan, bagaimana tidak di sepanjang jalan mengalami siksaan duduk yaang tiada tara. (ingin protes, tapi kok yo di terke plus di boncengke... mencoba menikmati..hehhee)
      Kurang lebih jam 11. 30an sampailah kami di Masjid Wali Limbung. Yang Terletak di Pinggir Jalan Raya Temanggung Weleri. lebbih tepatnya di Desa Medari, Kecamatan Ngadirejo, Kab. Temanggung.
Sampailah Kami, di Masjid Wali Limbung,



      Tepat berada di balik tulisan Masjid Wali Limbung...
Situs Purbakala di Masjid Wali Limbung, Ngadirejo Temanggung : Watu Candi
   Saya tak akan membahas detail bagaimana sejarah Wali Limbung, karena banyak di internet yang sudah mewedarkan dengan berbagai versi. Yang menjadi passion saya ya tumpukan struktur batu Candi ini.
Struktur batu candi di Masjid Wali Limbung
      Di salah satu narasi yang saya baca, sejarah keberadaan Wali Limbung hidup di masa abad ke 16. Dimana masa itu memang peradaban Hindu mulai menurun. Secara kasatmata, sudah terlihat, tak mungkin wali limbung membuat bangunan dengan struktur seperti candi ini. Perbandingannya dengan pilar kuno di dalam masjid yang merupakan asli tinggalan Wali Limbung. 
   Saya pribadi menduga.... dulu terjadi alih fungsi... istilah kerennya aneksasi dari sebuah tempat ibadah ke tempat ibadah lain. ---Tapi tak akan saya bahas lebih lanjut. Biarlah sejarah sudah yang sudah terjadi...
     Kami hanya pengagum hasil karya masa lalu....



    Beberapa close up yang bisa kami dokumentasikan :





     Cerita struktur ini peninggalan abad ke berapa kami belum dapat sumber informasi lebih lanjut. Di Masa Rakai (salah satu) penguasa Kerajaan Mataram kuno siapa saya pribadi masih merasa gelap... tentu saja Temanggung adalah surganya peninggalan mataram kuno, itu tak terbantahkan.
     Kami kemudian melanjutkan penelusuran kemisan, "Masih di area ini..." ... lanjut aja ke cerita (di link naskah dibawah)
     Video Amatir : 


The Surprise,  Lek Suryo Wibowo,
Lek Sur : di Masjid Wali Limbung
Salam Pecinta Situs dan Watu Candi
Penelusuran di Masjid Wali Limbung
#hobikublusukan

     Link Yang terhubung setelah jadi naskahnya... : (Destinasi Blusukan Kemisan Lintas Batas 3 Mei 2018)
2. Struktur Batu Candi di Karanggedong Ngadirejo Tmg
3. Yoni dan Lingga di Makam Karanggedong
4. Lingga Patok di Makam Pringapus Tmg
5. Situs Ngadisari Tmg

Lingga Pathok Situs Desa Pringapus, Temanggung

Lingga Pathok Situs Desa Pringapus, Temanggung
       Seharusnya, cerita Kemisan Awal Mei #4 ini tak kan pernah bisa tertulis… Seandainya tak ada pesan pribadi ke WA Lek Suryo, bahwa injury time nya ada babak tambahan dan babak tambahnya triple. Heheheheh. Jadilah. Bonusnya berdiskon sale akhir tahun… intinya …. Berkah sejadi-jadinya bagi saya. “Pas Ke Situs Endong Sewu, makam diatasnya kita terlewat, ada Lingga Patok besar dan watu candi banyak. Gass kesana!” ajak Lek Suryo, Ingin rasanya memekik yess! Tapi kutahan, Jaim. Wakakakak. 
Menuju Situs
     Kami kemudian meluncur kearah Weleri, saat ada pertigaan dimana ada papan petunjuk menuju Candi Pringapus kami ambil kiri… sepertinya jalan ini juga menuju Situs populer dan maha keren “LIYANGAN”, Melewati Arca Nandi di Perempatan Desa Kataandi tengah jalan, yang berfungsi memisah jalur kendaraan di pertigaan menuju Candi Pringapus Temanggung, kami lanjut keatas, kemudian pertigaan ambil kanan menuju Waduk Edong Sewu. 
      Parkir di pinggir jalan, dekat akses masuk menuju makam. Kali ini kami langsung menuju makam. 

watu candi di jalan masuk menuju makam
       Disambut watu candi kotak, (saat kami masuk ada Guk Guk Coklat penjaga di kanan kiri jalan masuk ini. Mau mengambil gambar saya dredek, tak berani. Lewat aja sambil berdoa tak berani menatap hewan itu.. hehehe. Yang ternyata sebelas-duabelas Lek Suryo jeri pula. 
      Saat masuk area makam, terlihat cungkup yang menaungi ke dua Lingga Pathok tersebut. Kami kemudian memutuskan untuk terlebih dahulu membuat video Amatir (segera link terhubung setelah berhasil edit dan upload di channel  youtube). 
Cungkup Lingga Pathok Situs Desa Pringapus, Temanggung
      Sepasang Lingga Pathok ini dipermakamkan, istilah rekan yang ‘pernah baik sama saya’ haghaghag…. Salam!… apa kabar kawan?. Sepakat dengan kata dipermakamkan. Bagaimana tidak, informasi yang saya dapat dari Lek Suryo (tentu saja dari pihak lain pula informannya) bahwa dulu belum ada cungkup dan tak dianggap makam. Entah sejak kapan pastinya dibangun cungkup. Mungkin kurang dari 5 tahun cungkup ini dibangun. 
Lingga Pathok Situs Desa Pringapus, Temanggung
      Lingga Pathok sendiri, diduga berfungsi sebagai sebuah pembatas tempat yang disucikan. Ditanam sebagai titik terluar tempat suci. Dugaan saya pribadi. Besarnya Lingga pathok ini menandakan besarnya sebuah bangunan di area ini. Dan bukan hanya petirtaan Endong Sewu yang saya sangkakan sebelumnya… (baca link Situs Endong Sewu). 
      Pastinya sebuah bangunan yang berbeda pula dari Candi Pringapus yang berjarak kurang dari 500m kearah bawah. Saya malah menduga, beberapa struktur di area Candi Pringapus, mungkin saja pindahan dari area ini. Melihat perbedaan jenis dan warna batu. Maaf ini hanya perkiraan orang awam saja (saya nol) baca juga : Candi Pringapus Temanggung). 
       Sejak di cungkup, dipermakamkan, diplester dan dikeramik inilah. Bagian sisi bawah lingga pathok tak napak lagi, sangat saya sesali…. Terlambat….. !!
      Selain Lingga Pathok banyak juga watu candi yang lain yang sudah dipakai untuk hiasan beberapa makam bahkan dipakai untuk pathokan makam.
     Beberapa Watu candi yang sempat kami dokumentasikan, 
Polanya masih terlihat jelas;




    Setelah merasa Cukup, kami kemudian berlalu pulang. Sampai ketemu lagi di cerita penelusuran berikutnya.....

     The Partner, Lek Suryo Wibowo
Lingga Pathok Situs Pringapus TemanggungSalam Pecinta Situs dan Watu Candi
       Salam Pecinta Situs dan Watu Candi
sasadaramk.blogspot.com
#hobikublusukan

      Link Yang terhubung setelah jadi naskahnya... : (Destinasi Blusukan Kemisan Lintas Batas 3 Mei 2018)
3. Yonni Situs Karanggedok, Ngadirejo Temanggung
5. Situs Ngadisari