Rabu, 26 Agustus 2015

Watu Lumpang Situs Pendem Sidorejo Bergas

Watu Lumpang Situs Pendem Sidorejo Bergas
     Penelusuran spesial, butuh beberapa hari untuk mengumpulkan kisah ini. Dimulai pada Jumat, 7 Juli 2015. Berkat informasi dari beliau Bapak Ris Winner lagi.....
Kantor Kecamatan Bergas
     Ketika saya posting, sedang mengunjungi Watu lumpang di Bergas, Dikira beliau Watu lumpang yang berbeda. Dan malah menambah perbendaharaan informasi bagi saya.
     Petunjuknya adalah keberadaan kantor Kecamatan Bergas yang berada di pinggir Jalan utama : Jl. Raya Soekarno Hatta 68 Bergas. / Jalur Utama Semarang Solo. 
Petunjuk 1
     Dari Arah Solo seteleh melewati Kantor Kecamatan, 50 m kemudian ada Gang masuk ke Perkampungan (petunjuk 1) : Lingkungan. Sidorejo. Masuk gang tersebut, cari gang ke kiri (ada 2 gang) menuju Lapangan Tenis kantor Kecamatan Bergas. "Situs Berada di dekat lapangan tenis", jelas Bapak Ris.
Disamping rumah ini Watu Lumpang Tergolek.
Petunjuk 2
     Dari kedua gang tersebut, sebenarnya bisa ke Lapangan Tennis, tapi saya lewat gang yang kedua. Kemudian 50m ada pertigaan, dan kemudian terlihat rumah dan gardu/ semacam pos ronda (petunjuk 2).
Watu Lumpang Situs Pendem Sidorejo Bergas
     Dan Watu Lumpang itu ada disebelah persis rumah.
   Watu lumpang erat kaitannya dengan budaya masyarakat agraris, sebagai alat/ wadah menumbuk padi/ biji-bijian juga bisa sebagai alat untuk menyatukan segala ramuan untuk perlengkapan sebuah ritual suci ibadah zaman dulu.
     
    Saat saya kesini yang kedua kalinya bersama Mas Suryo Idein. ternyata ada 'guk-guk' 10m dari watu lumpang, yang galak dan suaranya nyaring, terus terang saya jadi tak nyaman dan terganggu = takut. Jadi ketika ingin berlama-lama mengeksplor dan cari narasumber untuk kutanya, akhirnya terburu-buru dan ta dapat cerita sepenggal sama sekali.
   
   Menurut Bapak Ris, Dulu katanya ada di dekat net Tennis... Masih nampak terlihat bekas cat hijau seperti sisa cat Lapangan tenis....
    Barangkali biar nampak serasi dengan Lapangan tennis kah?? 
     
suryo idein
     Karena yang punya rumah kebetulan tidak ada. Karena kebingungan itu, akhirnya ya sudah.... Balik kanan pulang, sebenarnya bukan pulang. Karena setelah di situs ini saya jadi guide marathon 6 situs (sekalian arah pulang).

     Suatu saat, di lain hari semoga bisa mendapat petunjuk mengenai watu lumpang situs Pendem Sidorejo Bergas ini.


Save This Not Only a Stone!
ssdrmk di Watu Lumpang Situs Pendem Sidorejo Bergas

Salam Pecinta Situs
     Sampai ketemu di kisah Mbolang Situs selanjutnya...
     Mari Kunjungi dan Lestarikan.... Salam Pecinta Situs

Gabung yukk dengan Komunitas Pecinta Situs DEWA SIWA

Minggu, 23 Agustus 2015

Yoni Situs Pasigitan boja Kendal

Yoni Situs Pasigitan Boja Kendal
Selasa,4 Agustus 2015
Desa Pasigitan Boja Kendal
      Ajakan lek Wahid, mblusuk daerah Boja tak mampu kutampik. Kumpul jam 4 di Gunungpati, tepatnya di depan makam Siwogo Kami langsung menuju lokasi, dan ternyata dapat tambahan rekan DEWA SIWA pula.. Jadilah kami berlima menuju lokasi Jalurnya dari Gunungpati kearah Boja kira-kira 2 km dari Polsek Gunungpati, sahabat akan menemui petunjuk menuju Villa Siberi/ Desa Bandarejo.   (petunjuk masih menunggu kontributor dari beliau rekan mas wahid : Mas imam/hakim/beny_ kemarin keburu magrib) 
     Masuk jalan tersebut, ikuti sampai ketemu dengan Batas Desa Pasigitan.
Masjid Darul Fallah Pasigitan
    Kemudian kami parkir dan rehat sebentar di masjid Darul Fallah Desa Pasigitan. Sambil diskusi, di sepanjang perjalanan kami temui banyak batu besar. Yang menjadi obrolan kami, sungguh menarik area Pasigitan ini. Bahan pembuatan banyak tersedia, kesuburan alam dan aura memang menjanjikan banyaknya situs bangunan suci masa lalu.
bahan pembuat watu candi yang banyak tersedia di pasigitan
     Setelah cukup istirahatnya... Kami langsung berjalan kaki menuju lokasi. Dengan panduan dari Mas Hakim dan Mas Beny rekan kerja dari lek Wahid. "Masyarakat pasigitan menyebutnya dengan watu Lumpang. Warga sini masih menganggap watu lumpang ini yang mbahureksa dan masih wingit". Jelas mereka. 
    Kami berjalan tak sampai 5 menit saja, menelusuri pematang sawah...akhirnya sampailah kami
Yoni Pasigitan Boja
     Berada di pinggir pematang sawah, tepat dibawah yoni ini sungai, sementara disampingnya tumbuh pohon kelapa.

 Yoni Situs Pasigitan Boja Kendal
 Lokasi Yoni berada di sawah Milik Bapak Damsiri, yang berada di Dusun Krajan desa Pasigitan Kecamatan Boja Kabupaten Kendal.
     Bentuk Yoni berdenah bujur sangkar, sekeliling badan Yoni terdapat pelipit-pelipit, di bagian tengah badan Yoni terdapat bidang panil. 
Berbentuk kotak bujur sangkar
     Pada salah satu sisi yoni terdapat tonjolan dan lubang yang membentuk cerat. 
Lubang lingga


    




     Pada penampang atas Yoni terdapat lubang berbentuk bujur sangkar yang berfungsi untuk meletakkan lingga. 
cerat yoni Pasigitan
     Pada sekeliling bagian atas yoni terdapat lekukan yang berfungsi untuk menghalangi air agar tidak tumpah pada waktu dialirkan dari puncak lingga. (Pada saat upacara keagamaan/ ritual suci tertentu. Dengan demikian air hanya mengalir keluar melalui cerat. kan mas 
    Saat akan mengambil gambar bagian cerat, saya diperingatkan mas Benny dan mas Hakim. Agar 'ijin' terlebih dulu. "Dulu sering hasil gambar blur saat warga ngambil gambar cerat itu mas", kata mereka. "Energi yang paling kuat memang ada di cerat itu", tambah Mas Eka.
     Bagian-bagian yoni secara lengkap adalah nala (cerat), Jagati, Padma, Kanthi, dan lubang untuk berdirinya lingga atau arca
     



    


Yoni Pasigitan Boja



Letak yoni rawan jatuh ke sungai, hanya diganjal batu seadanya... Adakah yang berkenan mengamankan? 
     Hanya berjarak 300m dari Kantor Desa Pasigitan. Semoga Pak Kades berkenan mengamankan peninggalan adiluhung leluhur ini... 



   
     Mbolang Bersama...: berturut turut dalam foto dari kiri-kanan: Wahid, Eka WP, Hakim, Imam dan saya.


    Saat beranjak pulang, Kami di panggil rekan Lek wahid yang lain, mas Isan untuk singgah ke rumahnya. Tanpa diduga... ada jamuan khusus bagi kami. Ternyata ada acara 'kenduren di rumah beliau' dan kebagian "slametan...." "Tau aja mas, tadi belum makan siang....., Matursembahnuwun"

       Sembari makan, mas Isan memberi info tentang candi rubuh di Desanya. Tak jauh dari Krajan Pasigitan ini. Tepatnya di Dusun Lendoh, masih wilayah desa Pasigitan pula. Wah.... masuk radar mbolang.... Berlanjut ke Candi rubuh Dsn Lendoh, Segera!

Salam Pecinta Candi...
   Sampai ketemu di kisah Mbolang Situs selanjutnya...

Mari Kunjungi dan Lestarikan....
Gabung yuk...di Grup FB Pecinta Situs DEWA SIWA

Jumat, 21 Agustus 2015

Arca Dwarapala di Pancuran Air Panas Nglimut Gonoharjo

arca dwarapala nglimut 
Minggu, 2 Agustus 2015
     Blusukan lanjutan dari Watu Lumpang situs Takongan Puguh Boja Kendal. Dengan rute yang sama saat beberapa waktu lalu ketika saya Mbolang ke Candi Argosumo namun saya kali ini dari arah Puguh. 
      Ceritanya dulu saat ke Candi Argosumo, saya belum dapat informasi keberadaan arca di Pancuran air ini.     Langsung, saya menuju pancuran air panas yang posisinya ada di bawah mata air panas belerang. Di dekat kolam renang air panas. Dan masalah muncul.... Shutter kamera saya ta bisa bekerja. Tak bisa ambil gambar. Ada apa ini....., lama saya bingung, kemudian berulangkali mencoba tetap tak bisa, Akhirnya saya ambil gambar memakai HP.... jadilah beberapa close up hasil kamera hp.
arca di gonoharjo
     Dwarapala adalah patung penjaga gerbang atau pintu dalam ajaran Siwa dan Buddha, berbentuk manusia atau monster. Biasanya dwarapala diletakkan di luar candi, kuil atau bangunan lain untuk melindungi tempat suci atau tempat keramat didalamnya. Dwarapala biasanya digambarkan sebagai makhluk yang menyeramkan.    
  Bergantung pada kemakmuran suatu kuil, jumlah arca dwarapala dapat hanya sendirian, sepasang, atau berkelompok.
    Keberadaan Arca Dwarapala di Nglimut ini, dugaan saya pribadi. Dulunya tempat ini adalah tempat suci, atau mungkin semacam petirtaan yang masih berkaitan dengan Candi Argosumo. 
     








    Dwarapala bersenjatakan Gada.

























     Kepala Arca Dwarapala nglimut 



     














     





 

  Hiasan mahkota Dwarapala 






    










    Ada saluran air yang memancarkan air, mungkin dulu ada petirtaan di sini...

























    Karena kerusakan shutter kamera, saya tak bisa mengeksplor maksimal/ mencari kemungkinan ada arca/watu candi yang lain. karena ternyata batterai hp hampir habis.
      Saat perjalanan pulang, sambil merenung. Timbul pertanyaan saya, apakah memang rusak? ataukah saya tak diijinkan mengambil dokumentasi?.
   Pertanyaan saya simpan sampai esok paginya, ketika ketemu dengan rekan....
    Setelah saya menceritakan, apa yang saya alami, dan saya perlihatkan foto arca. "Kamu ta minta ijin ya? main selonong saja, asal ambil gambar?. Penunggunya marah", ungkap teman saya tersebut. DEG.... benar.... waktu itu saya lupa, terlalu bersemangat. Dan saat kutunjukkan shutter kamera yang rusak. saat ku praktikkan dan "jepret"... lho kok bisa.... Dan teman saya tadi tertawa....
    Ach...diluar logika saya.... terserah mau percaya atau tidak. Yang pasti saya memang bersalah. tak minta ijin terlebih dahulu... bagaimanapun jika kita masuk ke rumah orang, tentunya harus kulonuwun dulu. Sungguh pengalaman yang berharga...

Salam Pecinta Situs
Sampai ketemu di kisah Mbolang Situs selanjutnya...

Mari Kunjungi dan Lestarikan....
Gabung yuk...di Grup FB Pecinta Situs DEWA SIWA

Kamis, 20 Agustus 2015

Situs Watu Lumpang Dusun Takongan Desa Puguh Kecamatan Boja Kabupaten Kendal

Watu Lumpang Takongan Desa Puguh  Boja Kendal
Minggu 2 Agustus 2016
    Berawal dari obrolan saat 'jagongan mantu' di rumah tetangga. Duduk disebelah saya, seumuran dengan saya nampak asing bagi saya, setelah ngobrol, ternyata aslinya orang Desa Puguh Kec. Boja yang istrinya tetangga, Mas Siyo namanya. Singkat kata, karena teringat banyaknya situs di daerah Gonoharjo, sampailah pada cerita tentang Yoni Situs Gonoharjo, Candi Argosumo. Eh tanpa saya duga, mas Siyo bercerita tentang keberadaan watu lumpang di daerah asalnya (Puguh juga dekat dengan desa Gonoharjo). Langsung masuk radar agenda saya.
     Menuju lokasi situs, saya berangkat dari Rumah di gunungpati. Saya melalui jalur menuju Boja. Setelah melewati Kantor kecamatan Mijen di daerah bubakan. Saya ambil kiri (satu arah menuju Makam Sunan Bathok). jalan terus sampai ketemu dengan Desa Puguh.
Toko Sinar dunia : menuju Takongan
     Setelah melewati SD/ Kantor desa Puguh (maaf saking lamanya dokumentasi mbolang ini tak segera saya tuangkan di blog, jadi terlupa).
    Saya rehat sebentar, karena selain siang itu panas menyengat, kondisi jalan termasuk rusak parah stadium III.
Gang menuju Dusun Takongan.
    Sambil menghubungi Mas Siyo, juga beli air mineral. Setelah mendapatkan petunjuk, keberadaan watu lumpang ternyata ada di dusun Takongan Desa Puguh. Saya segera bertanya kepada ibu bakoel warung. Setelah di beri ancer2, segera saya meluncur, petunjuk keberadaan toko "SINAR DUNIA, ikuti panah petunjuk itu masuk gang sebelah kanan.


   Kira-kira 30m kemudian ada jalan makadam yang turun sedikit curam. Sobat berhati-hati tentunya. Penampakan jalan menuju Takongan 
Dusun Takongan Puguh Limbangan
     Kebetulan ada seorang Bapak Petani, saya bertanya kepada beliau, kalau tidak salah Bapak Sumarsono. Petani penggarap dimana saya berhenti. Gambar titik pertama saya berhenti dan bertanya pada Bapak Sumarsono :
    "Setahu saya dulu ada mas, di pojokan desa", kata Bapak Sumarsono. "Saya antar saja, daripada kebingungan". tambah beliau. 
     Sambil menelusuri beliau bercerita," dulu ada yang memindahkan dengan mendorong ke bawah "Digelindingke", namun anehnya batu itu kembali lagi. Tak lama kemudian, yang memindah itu tak bisa melihat alias buta". 
    Namun, Watu lumpang yang oleh Bapak suparsono disebut watu lumpang yang sudah jadi dan bagus, berbentuk kotak ternyata sudah di pendam sekitar 2m di sawah warga.
     Kemudian oleh warga terebut (kalau tidak salah bapak kadus), malah memberitahukan di bawah kandang ternak ayam ada watu lumpang. "Bentuknya beda mas, di kandang itu bulat, kalo yang dipendam berbentuk kotak," jelas warga tersebut.
    Obat rasa kecewa, akhirnya saya kembali lagi. Sesuai petunjuk yang saya dapat, Watu Lumpang berada di bawah kandang ayam. 
Kandang Ayam dimana dibawahnya Watu Lumpang
     Dan itu sudah saya lihat saat berhenti di titik pertama tadi. Di bawah kandang Watu Lumpang Berada :


      
   



    Situs Takongan Desa Puguh
Watu Lumpang Dusun Takongan Puguh Boja

       Bapak Sumarsono bercerita, "Dulu sempat dibawa pulang pemilik lahan, namun tak berapa lama kemudian tanahnya longsor. Kemudian dikembalikan lagi di tempat semula".
Watu lumpang Takongan
     Saat saya keasyikan mendokumentasikan watu lumpang dusun Takongan ini. Bapak sumarsono tiba-tiba pamit dan langsung pergi. "Ach...saya belum sempat salaman dan foto bersama untuk kenang-kenangan", "Ya sudah tulisan ini saya dedikasikan untuk beliau saja".
     Watu lumpang, pada jaman dahulu sebagai bagian kehidupan masyarakat yang agraris/ pertanian. Difungsikan untuk menumbuk padi dan digunakan pula dalam ritual setelah panen padi, yang berfilosofi syukur atas karunia melimpah dari Dewi Sri... "Selain syukur atas karunia Yang kuasa, bergandengan dengan tampah, orang jawa ketika memilih beras yang akan dimasak 'ditapeni' .... selalu yang ditumbuk adalah yang terbaik. Dan apa yang dipersembahkan adalah yang terbaik, sehingga panen kedepan akan jauh lebih melimpah...   
      Beruntungnya saya ketika ke sini, kandang  belum diisi ayam. Sehingga masih higienis, tak terbayangkan bila sudah penuh ayam. Semoga ini menjadi perhatian pemilik. Barangkali ditutupi/ di geser sedikit. Respect please!




"Semoga, suatu saat Watu lumpang kotak, berelief yang terpendam itu jika terangkat saya masih bisa ikut melihatnya..... ingin tahu...umpak, yoni atau apa...."



Salam Pecinta Situs

     Sampai ketemu di kisah Mbolang Situs selanjutnya...


Mari Kunjungi dan Lestarikan....
     Gabung yuk...di Grup FB Pecinta Situs DEWA SIWA

Minggu, 16 Agustus 2015

Situs Yoni Bugangan Candirejo Ungaran

Yoni Situs Bugangan Candirejo Ungaran
Minggu, 16 Agustus 2015
    Setelah dari Situs Candirejo dan Situs makam Ndowo Bugangan Candirejo, kami melanjutkan ke yoni situs Bugangan. Masih Mbah Eka WP sebagai penunjuk arah..Keluar Gang Jalan Candirejo menuju Desa Nyatnyono 
Parkir menuju Yoni Bugangan Candirejo
    Intermezzo:
   Sebelumnya kami sempat menelusuri keberadaan Yoni di lahan terbengkalai sebelah makam ndowo. Penelusuran kami bahkan sampai di Makam Desa Sidorejo. Petunjuknya adalah "Ada Yoni di bawah pohon Klengkeng, yang didekatnya mengalir terus mata air jernih yang tak pernah kering. Namun pencarian kami nihil. Ukuran Yoni sama persis dengan Yoni di Makam Ndowo".
 Dan Ternyata: 
    Yoni di hancurkan karena tanah tersebut akan di buat Kapling perumahan **Kembang Emas. Sebenarnya pernah diperingatkan oleh warga, tentang keberadaan Yoni tersebut. Agar jangan diganggu, "Mosok hanya watu cilik, kok nganggep ganggu, misal di pindah namun tetap dirawat kan tidak mengapa..." ujar warga (seperti yang diceritakan Mbah Eka WP kepada kami). 
Gambar diambil dari lahan bekas Yoni yang dirusak : terlihat situs Makam Ndowo

    Namun Karena merasa sebagai pemilik lahan, lantas mengacuhkan peringatan warga tersebut. Singkat cerita Sopir begu kemudian menghancurkan yoni tersebut. Dan dengan bangganya sopir itu berujar " Watu opo iki, mung koyo ngene kok..."
    Selang beberapa hari kemudian... warga mendapat kabar sopir begu itu meninggal karena sakit yang mendadak. Warga mempercayai itu akibat dari perusakan yoni itu. 
---Percaya atau tidak itu urusan kita masing-masing-- hanya sebagai peringatan saja... 
    Karena sampai saat ini, lahan yang sedianya dijadikan kapling perumahan "Kembang Emas" (**saya menyamarkan nama dalam bahasa jawa = ati2 ada UU ITE .. hahaha) itu sekarang terbengkalai... dan konon bermasalah... Simpulkan sendiri.....

      ------
Kembali ke Yoni Bugangan Candirejo Ungaran
    Setelah Makam Candirejo, jalan menurun. Sebelum jembatan ambil ambil kanan parkir di jalan setapak tepi sawah.
    Dari tempat parkir tersebut lurus saja, cari jalan setepak/ pematang sawah menuju 'gumuk' kebun sengon dan beberapa pohon kelapa. Penunjuknya searah lurus dari jalan setapak tersebut, 
Berada ditengah kebun Sengon
  Yoni adalah landasan lingga yang melambangkan kelamin wanita. Pada permukaan yoni terdapat sebuah lubang berbentuk segi empat di bagian tengah – untuk meletakkan lingga – yang dihubungkan dengan kehadiran Bangunan suci untuk pemujaan dewa (Hindu). 
Yoni Bugangan Candirejo: cerat ada relief kala
     Yoni dipergunakan sebagai dasar arca atau lingga. Yoni juga dapat ditempatkan pada ruangan induk candi seperti Candi Klero di Kecamatan Tengaran kabupaten Semarang. Berdasarkan konsep pemikiran Hindu, Yoni adalah indikator arah letak candi. 
     Bentuk Yoni berdenah bujur sangkar, sekeliling badan Yoni terdapat pelipit-pelipit, di bagian tengah badan Yoni terdapat bidang panil. Pada salah satu sisi yoni terdapat tonjolan dan lubang yang membentuk cerat. 
Yoni Bugangan Candirejo : Dari samping
 
    Pada sekeliling bagian atas yoni terdapat lekukan yang berfungsi untuk menghalangi air agar tidak tumpah pada waktu dialirkan dari puncak lingga. Dengan demikian air hanya mengalir keluar melalui cerat.
Yoni Bugangan Candirejo dari depan
    Bagian-bagian yoni secara lengkap adalah nala (cerat), Jagati, Padma, Kanthi, dan lubang untuk berdirinya lingga atau arca.



     Dari pengalaman kami, keberadaan Yoni pastinya ada 'teman" watu yang lain. Kami mencoba mencari lingga yang sementara belum kami temui...

    Namun kami malah menemukan satu umpak dan batu datar yang mirip dengan bahan pembuat candi gubug tak jauh dari Yoni Bugangan.
   Kemudian kami teruskan dengan penanda lain, mata air. Dan memang di sebelah timur yoni ini ada mata air yang debit airnya cukup besar dan dimanfaatkan untuk kebutuhan warga desa Candirejo. 
    Saat ada warga desa kami tanya tentang kemungkinan adanya watu yang terkait dengan yoni seperti;lingga atau arca nandi. "Adanya watu jaran, mas. Watunya untuk menutupi mata air agar tidak terlalu besar debitnya", kata warga tersebut. 
Watu jaran : Yoni Bugangan
   Setelah saya cermati, kok mirip dengan punggung sapi berpunuk ya? alias Nandi?...
   
Watu
    Kemudian perjalanan kami lanjutkan untuk kulineran... saat perjalanan menuju tempat parkir kami menemukan beberapa batu berlubang dengan pola khusus...

watu berlubang
     Di dekat jalan setelah Situs Candirejo juga ada pula batu besar berlubang dengan pola dengan jumlah lubang yang berbeda(segera saya update fotonya).
 Yang menjadikan diskusi kami ta berkesudahan. Apa fungsi, dan mengapa lubangnya dibuat tak sama?
    Blusukan mendadak Bersama Mba Derry, Mas Eka dan Lek Tris, juga susulan by Lek wahid dan kang suryo. Karena terlalu semangat, kami terlupa untuk berGroupfie.... : jadilah ini dia para "gila situs itu, saya tampilkan



     Juga 'funphoto' yang berhasil saya dokumentasikan : 
Dewa siwa: tak terbayangkan bila mas trist ga kuat.... 
Susahnya kalo kemayu..... : pulang dari Yoni Bugangan Candirejo
Dewa Siwa : Ada Gaya yang ga kompak di Situs Bugangan
Dewa Siwa : dulu tak ada plosotan di masa kecilnya.....
Blusukan pake begitu : helloow....
     Sebelum pulang kulineran di Mie Ayam Karang Bolo Ungaran

    Sebuah Cerita lain dari Kawan Dewa Siwa yang nyusul Mblusuk sendirian ke Yoni Bugangan
Wahid : pengalaman misterius
     "Wingi sore sekitar jam 17.15 aku dolan nang yoni Bugangan Candirejo Ungaran dewe, ra ono wong blas, tapi anehe aku krunggu nak nang cedak2 kunu ono wong akeh, suara cah cilik2 do dolanan, mbok2 podo crito2, padahal tak delok2 sak kiwo tengen ra ono wong opo kampung blas, siseh wetan mung ono sawah, sebelah lor kali, sebelah kidul kuburan, sebelah kulon sawah karo tegalan. Aku mrinding banget, fenomena opo yow iku????" Curhat Lek Wahid. (sebuah sisi lain dunia kita)
    Tapi kami DEWA SIWA, tak kan pernah berhenti untuk menelusuri kembali, dan membagikan sedikit pengetahuan kami ini...agar ta putus jatidiri Bangsa kita.

Salam Pecinta Situs

     Sampai ketemu di kisah Mbolang Situs selanjutnya...

  Mari Kunjungi dan Lestarikan....
  Gabung yuk...di Grup FB Pecinta Situs DEWA SIWA