Selasa, 22 Juli 2014

Prasasti Ngrawan

Prasasti Ngrawan
       17 Juli 2014, bersama penunjuk arah Juragan Setyo Widodo (Pamong budaya Getasan) yang bersedia  menjadi guide dadakan jadilah meluncur ke Prasasti Ngrawan.
Arah ke Prasasti Ngrawan sebenarnya cukup mudah, jika jeli sahabat akan menemukan papan petunjuk arah di pinggir jalan. (foto nyusul)
Prasasti Grawan
        Prasasti Ngrawan, berada di Ngrawan Kecamatan Getasan kabupaten Semarang. Tepatnya di Kaki Gunung Telomoyo. barangkali itu juga kenapa diberi nama,(yang bisa )Ngrawan;  diartikan daerah yang rawan (longsor). karena memang di lereng lereng banyak sekali batuan besar.
      Prasasti ini sudah lumayan(walaupun sedikit saja) diperhatikan dengan dibangunnya pagar dan atap serta sudah ada papan peringatan. Namun usaha untuk menggali lebih dalam prasasti ini nampaknya terhenti.
      Prasasti Ngrawan sampai saat ini belum diketahui informasi mengenai siapa pembuatnya, jaman apa dan bagaimana isinya, karena tulisannya sudah tidak jelas.
Prasasti ngrawan
     Konon, daerah ini dulu adalah pemukiman dan  daerah ini (ngrawan) sudah ada sejak dulu. Namun ketika terjadi bencana. Masyarakat pindah. jadi uniknya Prasasti ini tetap bernama Ngrawan. Tapi Desa Ngrawan sendiri sudah pindah ke tempat yang lebih aman. (Sumber pamong desa)
     
Selain Prasasti  adapula : 
lumpang
sisa2 saluran air
batu Candi terpendam 
 Prasasti Ngrawan pada saat bulan Rejeb masih digunakan untuk ritual budaya grup seni 'Topeng'. Selain itu masih digunakan untuk 'ziarah' ; terbukti masih ada sisa-sisa pembakaran kemenyan. 

nyepi u wangsit juga
SALAM PENYUKA CANDI
Save This
Not Only a stone!!
    
kika : saya, Setyo widodo (Pamong Budaya Getasan dan Mr. Pman.)


Situs Gandekan Harjosari Bawen

Situs Gandekan Harjosari Bawen

      "Koyo Ngono kok difoto, kurang kerjaan wae pak!", teriakan seorang pemudi diantara serombongan sepeda motor.

langsung ku jawab.... 'aku rapopo'... hahahahaha...

      Yoni ini dulunya berada ditengah persawahan warga.  Saat kuambil gambar ini, Selasa 17 Juni sudah dipindah. Karena Sawah itu diurug dan akan dibangun perumahan (info dari warga kala kucegat saat jalan kaki melintas)
Yoni situs Gandekan
     Yoni Lumayan besar dengan hiasan unik kura kura diatas kepala ular naga, namun sayangnya sudah (di)rusak.




Yoni Gandekan

Salam Penyuka Candi
Save This
Not Only a STONE!!!




Senin, 21 Juli 2014

Watu Lumpang di Kaliputih Ambarawa


Watu Lumpang 

      27 juni 2014, Tanpa sengaja kubisa ketemu lagi satu situs di Kabupaten Semarang. Watu Lumpang Kaliputih Ambarawa.
     Saat itu, sedang Layanan Motor Pintar di Rumah Baca Sahabat Kaliputih. Iseng-iseng aku tanya anak-anak yang baca buku, "Ada tidak batu candi di sini?", tanpa diduga adik itu bilang? ada mas, watu lumpang, tapi teeh ternyata ada....

     Situs ini letaknya dekat dengan sendang Gayam. Menurut adik2 kecil itu, baru saja mr. tukul shooting di sini, karena memang wilayah sekitar situs memang dikeramatkan.

     Trus tambahnya, bila ditarik lurus ke arah Kalipawon, akan menemukan satu lagi watu lumpang disana...kata adik kecil itu....

      Situs ini masih sering digunakan sebagai tempat ritual salah satu grup seni Reog...
      
di Situs Kaliputih Ambarawa
     
Salam Penyuka Candi
Save this, not only a stone

Situs Njambon Ungaran


Yoni Situs njambon

  Sudah sejak lama bila lewat, ta menyangka jika dihalaman masjid ini ter'onggok' sebuah Yoni... (maaf ku pakai kata teronggok..... = sama seperti nasibnya)
     Singkat Cerita, Sebuah sore, Senin 30 Juni 2014, kusempatkan ambil gambar yoni itu, tentunya dibawah pasang puluhan mata yang menatap asing (ada acara buka bersama di masjid. bertanya dalam hati : kurang kerjaan apa orang ini.... Kali ini bergetar bukan karena aura arca namun karena grogi... hahahahaha. bagi saya kata yang tepat untuk arca ini : Memilukan
 LIHAT SAJA : 
untuk Jemuran  ?
Sebegitukah untuk dilupakan? bahkan untuk Jemuran? atau di kaburkan bentuk dengan keramik?? ahhh... hanya pertanyaan ta butuh jawaban saja.... bukan ku berpolemik, namun menghargai seni apa salah?
sudah di inventaris


Entah apa maksud di taruh keramik diatas yoni? mungkin saja... ya mungkin saja...

Yoni lumayan Besar, menjadikan saya berpikir.... apakah tidak ada sebuah bangunan? 
Namun Saya enggan berpolemik...cukup pikiran 'kira2 itu' hanya ada dalam kepala dan angan angan saya.....
Semoga peninggalan ini lestari...

Save This.. 
Not Only a Stone!

Sampai ketemu di situs selanjutnya........ 

Di Halaman sebuah Masjid

Situs Wonorejo Pringapus

Situs Wonorejo : Yoni dan Nandi
20 Juni 2014, 
     Info seorang rekan komunitas Penyuka candi, bahwa di Pringapus itu banyak bertebaran situs, membuatku tak menunggu lama untuk membuktikan. Ku hubungi saja rekan kerja yang kebetulan berdomisili di Pringapus. thx to tarom, Situs ini berada di Desa Wonorejo Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang.  
     Dan ternyata dekat dengan rumahnya.........
     Mestinya tak kan ada yang menduga, situs wonorejo ini letaknya di pinggir jalan, namun karena begitu masif pencurian situs, mohon maaf saya ta secara lengkap memberitahukan posisinya, namun bila sobat tertarik boleh saja aku menjadi penunjuk jalan, namun syaratnya hanya bagi yang suka batuan candi saja.
Tetenger keberadaan Situs.... tikungan, batu besar dan Rumah kosong
Batu besar & rumah kosong
        "Jangan Meludah dan Buang Air di situ ya nak..." pesan seorang nenek, yang rumahnya tepat disamping situs ini berada. Berpesan seperti itu sambil mimik yang serius, ketika berpapasan dengan ku. 
Setelah kujelaskan keperluanku, tanpa diminta nenek itu membagi sedikit cerita kepadaku. MISTIS. 
      Keseriusan pesan nenek itu, ditekankan lagi oleh beliau saat menceritakan mengenai ARCA Nandi. " Kepala Arca nandi ada di desa Sebelah. (Desa Mranak) dulu sempat ada usaha untuk membawa tubuh arca kesana namun tubuhnya kembali lagi. dan desa dimana arca itu berada banyak ternak sapi warga yang sapi-sapinya itu GALAK!
       Dan yang berkunjung kesitus, diharapkan hati-hati, menjaga sikap dan perbuatan. "Gawat keliwat-liwat mas 'memedi'nya. kalau idu (meludah) pipis (buang air kecil ataupun berkata jorok ada saja gangguan. Karena Makluk halus penjaga situs ta terima.
     di pinggir jalan sering terjadi kecelakaan yang meminta korban, rata2 korban yang selamat bercerita jika ia menghindari orang nyebrang/ ada sesosok makluk ganjil di pinggir jalan. (seperti yang diceritakan nenek itu padaku...) Jujur aja..... rodo keder. Ambil kamera sampai bergetar tanganku.... Sambil tertawa, namun tak lupa berdoa dan uluk salam. Niatku hanya suka candi dan tak bermaksud mengganggu. sambil minta ijin ambil gambar. Lalu lah mulai :

Arca nandi tanpa Kepala:
Nandi atau Nandiswara adalah lembu yang menjadi kendaraan dari dewa Siwa dalam mitologi Hindu. Candi yang mempunyai arca Nandi biasanya dikategorikan sebagai candi untuk pemujaan agama Hindu Siwa. 


Yoni yang Sederhana :
Yoni (Sanskerta: योिन; yoni) adalah kata yang mempunyai arti bagian/tempat (kandungan) untuk melahirkan. Kata ini mempunyai banyak arti, di antaranya adalah sumber, asal, sarang, rumah, tempat duduk, kandang, tempat istirahat, tempat penampungan air, dan lain-lain. Dalam buku Kama Sutra dan dalam kaitannya dengan batu candi, yoni berarti pasangan lingga yang merupakan simbol dari alat kelamin wanita. Di beberapa daerah di Indonesia yoni disebut juga lesung batu, Watu Lumpang, Kenteng.



 Tak Sabar Melanjutkan Blusukan mencari kepala Arca nandi ini.... 
to be continue...

SALAm Batuan Candi....
Save This, 
Not Only a STONE!!!

Di dekat Situs Wonorejo

Sabtu, 19 Juli 2014

Candi Dawangsari

      
candi dawangsari

      Tak Jauh Dari Candi barong, Nampak reruntuhan batuan candi yang menumpuk. letaknya berada persis di pinggir jalan. 
Terlihat hamparan batuan candi.... 
     Reruntuhan Candi Dawangsari terhampar seluas lapangan sepakbola.


      Karena berangkatnya fokus Candi Barong, situs Dawangsari terlewat. baru ketika di parkiran Candi barong, Batuan candi Dawangsari terlihat.

Stupa
     Candi Dawangsari adalah candi Hindu - Buddha yang berada di sebelah utara dari Barong, yaitu di dusun Dawangsari, Desa Sambirejo, Kec. Prambanan.

       Menurut perkiraan, candi ini dibangun pada abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Pada saat pertama kali ditemukan, reruntuhan candi ini mempunyai beberapa Stupa yang merupakan pertanda Buddhisme dan patung Ganesha sebagai perlambang akan pemujaan terhadap agama Hindu (yang sekarang diamankan di BP3: sumber security candi barong)
Reruntuhan Stupa berdiameter lebar

      Jika demikian nampaklah Kerukunan Umat beragama telah ada sejak nenek moyang kita, hal itu patut menjadi cerminan kita.

Beberapa Ornamen Candi yang menarik dan tertangkap kameraku.... :
di Dawangsari

Berbentuk L

Motif sederhana nan unik
      Saat kesini, 6 Juni 2014 masih terlihat proses ekskavasi batuan candi, nampak digambar batu putih... dan terlihat  reruntuhan yang menggambarkan (imajinasi) bagaimana besarnya komplek candi dawangsari ini, dari tanah yang berbentuk bukit.
eskavasi candi dawangsari
       Blusukan "Ekspedisi Ratu Boko part 2", berakhir di sini... Logistik menipis, tenaga terkuras dan waktu sudah hampir beranjak senja....
sampai ketemu lagi di ekspedisi lain...

Salam penyuka candi



Candi Barong

Candi barong

      Jumat, 6 Juni 2014 bersama seorang kawan..... Trims to Dwi lestiono, fisik dan rasa lelah tak kuhiraukan karna masih ada Candi Barong. Setelah sebelumnya Candi Banyunibo dan candi Ijo maka tujuanku selanjutnya : Candi barong.
Candi Barong

     Candi barong merupakan salah satu candi Hindu yang berada di atas bukit Batur Agung, yakni sekitar 199,27 mdpl. Secara administratif candi ini terletak didusun Candisari Desa Sambirejo kecamatan Prambanan. 
      Candi Barong dibangun sekitar abad 9 - 10 Masehi. dan ditemukan kembali awal abad 20 dalam keadaan runtuh.
      Secara arsitektural, candi Barong memiliki keunikan jika dibandingkan candi-candi lain di kawasan Prambanan. keunikan itu terlihat dari penataannya : Yakni memusat ke belakang. Hal ini tidak lazim, karena pada umumnya penataan candi periode Jawa Tengah bersifat memusat ke tengah seperti Candi Prambanan dan Candi Sewu.  Penataan yang memusat ke belakang juga kita temui di Candi Ijo yang dekat dengan Candi Barong.
     Candi barong terbagi menjadi 3 halaman : 
1. halaman I yang terdapat 2 buah candi
2 bangunan Candi
2. Halaman II dan III yang tidak dijumpai bangunan.
Hanya di sisi timur terdapat pagar terluar yang pada waktu ditemukan dalam posisi terkubur tanah.
halaman 2
pagar halaman II

       Bangunan utama Candi Barong adalah dua buah candi di teras I. Berukuran 8,18 x 8,18m dengan tinggi 9,05m. Pemugaran dilakukan pada tahun 1987. Diawali dengan memugar Candi sisi utara. Sewaktu pembongkaran batu candi sisi utara tersebut diketahui jika di bawah bangunan candi terdapat 9 kotak bujur sangkar yang merupakan gambaran dari Wastupurusamandala.
relief di tangga masuk
Gerbang
Kala Makara di gerbang
Candi Barong
Relief di Bangunan induk relatif masih utuh.
Relief Kala Makara di Candi Barong (I)
Relief Kala Makara di Candi Barong (II)
      Kedua candi Induk di candi barong selesai di pugar pada tahun 1992 yang kemudian dilanjutkan dengan pemugaran talud dan pagar. Selama masa pemugaran tersebut telah ditemukan sejumlah temuan arkeologis diantaranya arca dewa wisnu sebanyak 2 buah, arca dewa sri dua buah, dua buah arca belum selesai serta satu buah arca ganesha. Juga ditemukan kotak-kotak peripih dari bahan batu andesit dan batu putih.
arca belum selesai
     Di dalam salah satu peripih tersebut ditemukan lembaran-lembaran perak dan emas. Lembaran emas di atasnya terdapat tulisan yang sudah tak terbaca lagi. Selain itu ditemukan sejumlah peralatan rumah tangga seperti mangkuk keramik, guci, mata kapak serta sendok. (Sumber tulisan : papan di candi Barong)
    Mungkin saja penamaan candi Ini berasal dari relief Kala Makara di candi Induk yang nampak seperti barong.... mungkin.....     Sekitar 50 meter sebelum candi ini ada Situs Candi Dawangsari.... Yukk  Mampir..... 

Salam Penyuka Candi....
Di depan Candi Barong
Save The Temple
Nation will be save!
---
Bersama rekan....
Di Candi barong, Bersama Dwi Lestiono