Jumat, 03 Juli 2015

Menelusuri jejak Candi di Situs Ngrawan Lor Bawen a.k.a. Perum Mustika Jati

Situs Ngrawan Lor 
Kamis 18 Juni 2015
    Penelusuran kali ini dinaungi keberuntungan, serba kebetulan. Setelah Dari Arca Nandi Situs Mustika Jati Bawen, Kami bertiga : Saya Koh Singo dan Max Trist mencoba menelusur kembali keberadaan Yoni di Desa Ngrawan Lor Bawen.
   Jalan menuju lokasi paling mudah melalui jalur alternatif Gembol, dari Semarang setelah SMKN1 Bawen Gang pertama sebelah kanan masuk, melalui gapura Ngrawan Lor 
   Sumber info adalah tukang pijat andalan Koh Singo, Di belakang rumahnya ada yoni. 
     Namun sesampainya disini, ternyata Yoni itu telah diamankan oleh seorang oknum. Dibawa kerumahnya di daerah Banyubiru (semoga penelusuran kami berlanjut kesana). Perhatikan Gambar : Arah Panah warna merah adalah lokasi dulu Yoni Ngrawan lor berada.

    

Poskamling Ngrawan Lor RT02/V
      "Di Belakang pos Kamling malah ada tumpukan batu candi.."Kata bapak tukang pijat tersebut..
   Lokasinya berada di Poskamling RT02/V, sebelum makam umum warga Ngrawan Lor.




Segera saja kami meluncur ke sana..


     Dan Memang Benar, dibelakang posKamling Ngrawan Lor Rt02/V Bawen, Bertumpuk-tumpuk watu candi (terlihat dari jalan) 

Sumber dari cucu / generasi ke3:
    Dulu batu itu memang berasal dari kawasan yang saat ini menjadi Perumahan Mustika Jati. Yang memindahkan adalah yang punya rumah Alm Bapak Sariman Pitoyo.

Informasi (sumber) dari warga: 
Max Trist ngobrol dengan warga : Gali informasi tentang watu candi
    Bukit di perumahan Mustika Jati, masyarakat menyebutnya dulu Tegalcandi 
  Beliau  Mindah di 'bopong' sendiri, sementara yang agak besar memakai gerobak dan mobil pick up. Setahu saya niatnya dulu mengamankan...
    Namun setelah beliau meninggal sekitar Tahun 2000an, Tumpukan watu candi itu tak ada yang mengurus.
    Bahkan Saya masih ingat dulu ada arca yang berbentuk orang, masih bagus namun kini hilang...
Sekarang yang tinggal dirumah cucunya, dulu posisi tumpukan batu ada didepan rumah namun karena dibangun rumah jadi di pinggirkan disitu.

Dari Pantauan saya, di Tumpukan watu candi itu ada: 

  • Yoni berukuran kecil, 1 yoni sedang. 
  • Lingga
  • Batu penyusun candi berbentuk kotak dan berpola
  • Kemuncak Candi
  • Banyak lagi bermacam-macam (unsur sebuah bangunan suci/kuil/candi)

    Yang masih tersisa, watu candi yang dikumpulkan oleh beliau, Almarhum Bapak Sariman Pitoyo :





    Ada Yoni berukuran Sedang (lumayan besar yang terpendam plester. 


     Yoni berukuran kecil ke 2
Yoni Situs Mustikajati

Yoni berukuran kecil 3
Yoni Mustikajati Bawen


Kemuncak candi
Kemuncak Candi: Ratna Mustikajati
     
      Dari bentuk Kemuncak candi tersebut dapat diyakini dulunya sebuah Bangunan suci Hindu, dengan didukung keberadaan Nandi dan Yoni di Sekitar Mustika Jati.


Situs Tegal Candi di perumahan Mustikajati

   Hiasan di atas bangunan candi (Saya belum dapat referensi ini apa-segera update)



   
Situs Candi di perumahan Mustikajati Bawen

       Batu Penyusun candi berukuran Besar, Berpola dan berelief..


Situs Tegal Candi a.k.a Perum Mustikajati









      Keberadaan pendukung seperti Yoni yang telah diamankan oknum (dan dipindah ke Banyubiru), Patung Arca nandi yang menjadi langkah ritual pertama sebelum menyembah Dewa Siwa melalui yoni menjadikan kuat dugaan saya ini Sebuah Banngunan Suci atau Kuil untuk Dewa Siwa.


    Saat informan ada yang menceritakan bahwa dulu Di Tegal Candi ini (sekarang Mustika Jati) ada Sendang didekat Batu ini berada. 
 Saya mencoba menelusuri keberadaan sendang di Mustikajati. Yang nantinya bisa di perkirakan letak awal muasal Candi ini berada.. (naskah belum selesai.... nunggu hasil menelusuri)



      Belum adanya Papan Peringatan Purbakala, Bahkan Kode Inventarisir yang belum tercantum di batu candi ini membuat saya bertanya-tanya apakah pihak terkait belum ada yang tahu? Apakah tidak ada upaya untuk menyelamatkan sebelum musnah? Eman-eman sejarah ini bila tak di urusi...Pada Akhirnya Anak cucu kita akan tahu dari Luar Negeri tentang sejarah leluhurnya. 

        Dari Pantuan pandang mata kami, tumpukan watu candi ini dibiarkan terbengkalai, bila maksud beliau alm. Bapak Sariman inngin menyelamatkan dengan dikumpulkan, namun setelah sekarang estafet generasi ke tiga hanya dibiarkan begitu saja. 
       Malah saat kami kesini, diperingatkan untuk tidak macam-macam dan memindahkan watu ini barang sejengkalpun...takut berakibat buruk.  Ketakutan itu yang mungkin saja membuat si cucu ini enggan merawat/ peduli dengan tumpukan candi di Rumah si Kakek..... (praduga saya)





     Bersama Trio 'Stone Blues' ini saya menelusuri sisa Candi Ngrawan Lor bawen : 

Komunitas Dewa Siwa di Ngrawan Lor Bawen

Save This Not Only a Stone!

Sampai ketemu di kisah Mbolang Situs selanjutnya...
Mari Kunjungi dan Lestarikan.... Salam Pecinta Situs




Gabung yuk di Grup FB Pecinta Situs DEWA SIWA

Rabu, 01 Juli 2015

Arca Nandi Situs Mustika Jati Bawen


Kamis 18 Juni 2015
    Mbolang kali ini sumbernya dari obrolan singkat saya dengan Koh Singo saat ikut Mblusukan Marathon beberapa waktu lalu.
      Setelah Janjian hari Rabu sore jam 3... Kami mencoba menelusuri keberadaan Arca Nandi tersebut dari seorang rekan Koh Singo, namun karena tidak ada di rumah. Penelusuran Kami tunda. Karena kebetulan saya ada janji untuk penelusuran ke Arca nandi pula di Krajan Ungaran.
   Keesokan harinya, ketika saya baru saja sampai kerjaan (saya kerja di perpustakaan Ambarawa), Koh singo datang dan pamer foto Arca Nandi. Kata Beliau, karena penasaran tadi pagi menelusuri lagi. Dan bersyukurnya, beliau bersedia menunjukkan jalan langsung. Ketika bersiap-siap, malah kedatangan crew Dewa Siwa : Max Trist yang katanya ingin copy foto. Gayung bersambut, ketika kutawari ikut mbolang ke arca Nandi Mustika Jati.
Gang Masuk Menuju Arca Nandi Mustika jati bawen

      



     Melalui jalan di Pasar Sapi, perempatan lurus terus... perempatan kedua ambil kanan menuju Masjid Al Istijjab Perum Mustika Jati.
Masjid Al Istijjab Mustika jati bawen

    








    Di sebelah masjid Al Istijjab, (dimana saya mengambil gambar) ada jalan menuju kebun bambu... susuri jalan setapak tersebut, di jalan akan sobat jumpai 1 watu yang menurut kami adalah watu candi :




     Di rumpun bambu inilah Arca Nandi Berada....
       Perhatikan arah panah putih.... membentuk segitiga, seperti sorotan cahaya dimana Nandi itu berada. Lalu Kami mendekat, dan nampaklah :
Nandi Mustika Jati Bawen
Nandi Mustikajati : tanpa kepala arca

   Nandi atau Nandiswara adalah lembu yang menjadi Wahana Dewa Siwa dalam mitologi Hindu. Dia juga merupakan juru kunci Siwa dan Parvati. Kondisi Arca Nandi sudah tanpa kepala, ada kemungkinan perusakan untuk mengaburkan fungsi utama nandi saat ada "pihak" yang lebih berpengaruh datang, dan menginginkan penghapusan ingatan masa lalu.
Arca Nandi Mustikajati dari belakang

     

     Banyak warga sekitar yang tak mengetahui keberadaan Nandi ini....
Selain tempatnya tertutupi banbu, juga pagar tembok setinggi 3 m menutupii di sisi yang satunya. Sunggguh "Eman-eman", anak cucu kita akan terlewatkan ta tahu hasil budaya leluhur kita. 



     Keberadaan Pasar Hewan, masyarakat lebih menngenal dengan Pasar Sapi di dekat situs ini, saya kurang mengetahui apakah hanya kebetulan saja atau memang masyarakat dahulu sudah tahu dan menandai daerah Mustika Jati ada patung lembu / sapi... (mohon koreksi bila kurang tepat...)


update informasi (3/7'15):
    Keberadaan Pasar hewan di Ngrawan Lor ini sekitar tahun 80an... pindahan dari sekitar Pasar Lanang Ambarawa. Jadi Penamaan Pasar Sapi dan keberadaan Arca Nandi ini hanya kebetulan saja. (Sumber wawancara dari Pamong Budaya)

      Sebelum Berlanjut penelusuran Yoni Ngrawan Lor kami berfoto dulu, Saya - koh Singo dan Max Trist . Tanpa sadar kami memakai warna Biru semua..... 

     Bersambung ke Penelusuran Jejak Candi di Ngrawan Lor a.ka. Mustika Jati Bawen


Save Sthis, Not Only a Stone.


Sampai ketemu di kisah Mbolang Situs selanjutnya...


Mari Kunjungi dan Lestarikan.... Salam Pecinta Situs.



Gabung yuk di Grup FB Pecinta Situs DEWA SIWA

Senin, 29 Juni 2015

Nandi Situs Krajan Susukan Ungaran Timur

Situs Krajan Susukan Ungaran Timur

Rabu, 17 Juni 2015
    Terimakasih kepada mas Dewagita, atas info situsnya. Maaf ya mas saya sedikit memaksa. Bila 
panjenengan Mudik, pas  ada kesempatan mari Mbolang bersama, masih banyak tujuan lain yang menanti. 
   Janjian dengan Lek Wahid & Lek Trist kami berkumpul di pertigaan dekat Polres Semarang.(Awalnya saya janjian jam 4. Tapi karena saya dengan koh Singo terlebih dulu ingin menelusuri Arca Nandi di dekat pasar Sapi Ambarawa, jadinya saya agak telat. Ngapurane yo kawan2. dan ternyata sudah telatpun tapi nandi belum ketemu .... penelusuran lanjut keesokan harinya)
Gaapura Krajan Susukan : Menuju Situs
    Menuju Lokasi sangat mudah, Dari Semarang cari jalan masuk setelah polres Semarang (Taman Unyil), sebelah kiri Ikuti jalan itu, pertigaan ambil kanan, melewati Klenteng kemudian ambil kiri. Terus saja sampai ketemu dengan Gapura Dusun Krajan.
    Masuk Gang tersebut, kira-kira 500m akan melewati jembatan (dibawahnya) tol Semarang-Solo kemudian Ketemu Mushola :
    Parkir motor di Mushola (terlihat motor crew Dewa Siwa)
     
Di seberang mushola ada gang dengan jalan paving. Masuk Jalan Paving kira-kira 20m tengok sebelah kiri: 

    Berada di kebun millik Bapak Jumian, Situs Ini Berada. Arca Nandi dan umpak Situs Krajan Susukan Ungaran Timur :
Arca Nandi dan Umpak di Situs Krajan Susukan Ungaran Timur.
Mengenai Nandi :
(Sumber: Makalah Power Point Prof. Timbul Haryono, M.Sc.)     
     Nandi ada adalah dewa yang pegang peran penting di dalam pantheon Hindu Perwujudannya bisa sebagai zoomorfis (binatang) yang disebut vrsabha putih. Nandi adalah wahana atau kendaraan Dewa Siwa, bersama dengan Mahakala bertugas menjaga pintu gerbang Surga Dewa Siwa dan Dewi Parwati. Di dalam kitab purana Nandi atau Nandikeswara adalah sapi putih yang berbadan manusia dengan Ciri-ciri bertangan 4 (empat), dua tangan belakang memegang parasu (kapak) dan Murga, Mrga (kijang); sementara dua tangan yang lain dalam sikap a├▒jalihastamudra atau a├▒jalimudra, yaitu sikap menyembah. Ia adalah pengikut setia Dewa Siwa.
     Nandi lahir dari tubuh bagian sisi kanan Dewa Wisnu dan menyerupai Dewa Siwa. Racun yang diminum Dewa Siwa keluar dari mulutnya dan jatuh ke tanah dan diminum oleh Nandi, Nandi adalah bentuk theriomorphic Siwa. Oleh karena itu Nandi mendapat perhiasan/hiasan seperti arca independen (mandiri). Dalam bentuk antropomorfik adalah Nandisa, nama teman Siwa (Sivaduta). Ia sendiri melambangkan kesuburan. Sebelum aliran Siwa muncul di dalam agama Hindu telah ada penggambaran lembu jantan
     Pada masa peradaban Dravida (3500-1500 SM) yang masyarakat agraris, mereka telah menggambarkan lembu. Di dalam kebudayaan Mesopotamia, Dewa Sin merupakan dewa yang bersifat lunar (rembulan) yang kadang-kadang diwujudkan dalam bentuk seekor lembu. Dalam peradaban kuno di Asia Barat lembu adalah simbol ‘lunar’ (simbol yang berkaitan dengan bulan) karena secara morfologis bentuk tanduknya menyerupai dengan bentuk bulan sabit
     Di dalam kebudayaan ‘paleo-oriental’, lembu menjadi perlambangan kekuatan dan tanduk lembu bermakna memiliki kekuatan yang lebih. Menurut Frobenicus, lembu hitam ada kaitannya dengan lambang dunia kematian. Maka ketika ada seorang raja meninggal, ia akan ditempatkan di dalam peti mati yang berbentuk seperti lembu (seperti dalam upacara ngaben di Bali).
     Di lukisan Mesir kuno, ada gambar lembu hitam yang membawa mayat di atas punggungnya. Lembu merupakan lambang penghubung atau titik atau wilayah peralihan antara unsur api dan unsur air yang melambangkan penghubung antara surga dan dunia. Lembu juga lambang maskulin, lambang ayah. Dalam perkembangannnya lembu dianggap sebagai simbol Dewi Ibu dan dilarang untuk dibunuh
     Pada jaman Wedda sejak 1500 SM sampai 500 SM binatang lembu sudah mulai digunakan di dalam lambang kedewaan. Dewi Pratiwi sebagai penguasa bumi dilambangkan dengan lembu betina. Dewa Dyaus sebagai penguasa langit dilambangkan sebagai lembu jantan. Dewa Rudra dalam salah satu aspeknya ialah sebagai Dewa ternak dan kekuasaan
     Di dalam Rgweda, ia dianggap sebagai pelindung binatang dan ia diwujudkan sebagai seekor lembu. Nandi berarti cerminan sifat energi Siwa. Akhirnya lembu pun mendapat penghormatan sendiri dan diarcakan tersendiri di dalam candi seperti di Jainath (Uttarpradesh), candi Vaisnata, Khajauraho (India selatan).
     Nandi dikenal sebagai penjaga rumah Siwa dengan nama Viraka Di dalam kitab Braddharadadharma purana, Nandi dikenal sebagai pembantu Siwa, Tantu Panggelaran, menyebutkan Nandi dalam perwujudan sebagai lembu di dalam ceritera pemindahan Gunung Mahameru ke Pulau Jawa untuk menambah beban agar Pulau Jawa tidak goyang, Setelah para dewa berhasil memindahkan Mahameru, Batara Guru memberi hadiah kepada Dewa Brahma seekor Hamsa putih, Dewa Wisnu, memperoleh Garuda, dan Iswara memperoleh Vrsaba putih.
(sumber : ://
httpwww.arcamahanandi.com/news/110-profesor-arkeometalogi-ugm-berbicara-tentang-arca-maha-nandi.html
Nandi Situs Krajan Susukan Ungaran timur

   
Yoni Situs Krajan Susukan Ungaran Timur
     Jika membaca Tulisan diatas, patut diduga batu berbentuk mirip yoni disebelah arca Nandi dulunya adalah tempat dimana arca Dewa Siwa Berada.




Saat kami bertiga sedang berdiskusi, terdengar suara mencurigakan... dan ternyata kang Eka WP nyusul.... masih dengan seragamm kerjanya serta sepatu pantovel... W.O.W... Semangatnya Salut Kang



"Mendadak Mblusuk Bersama" Dari Kiri ke kanan : Mas Wahid, saya, Mas Eka dan Mas Tris

Situs Krajan Susukan Ungaran Timur 



Save This Not Only A Stone

Yoni Krajan Susukan Ungaran : @ssdrmk


   Karena perut keroncongan, kami sepakat untuk kuliner dulu....apalagi suhu kuliner : Mas eka bersama kami. Pilihan Kami "MIE AYAM Kang Nardi" Alun Alun Lama ungaran (Lokasinya persis di Depan Perpustakaan Ungaran... overall nilai 8. Harga + es Teh : Rp. 8000,-

------

     Sampai ketemu di kisah Mbolang Situs selanjutnya...

Mari Kunjungi dan Lestarikan....





Gabung yuk di Grup FB Pecinta  Situs DEWA SIWA   

Candi Sirih Sukoharjo : Menelusuri jejak yang tersisa

Candi Sirih Sukoharjo
Selasa, 16 Juni 2015
     Sudah lama sekaliiii sekitar tahun 2013 keinginan untuk berkunjung ke Candi Sirih. Berawal dari iseng-iseng saat search google tentang keberadaan candi di wilayah Sukoharjo.
Peta Lokasi Candi Sirih
       Eeh... saya menemukan info dari sebuah Blog yang lengkap ada Peta lokasi pula menuju candi Sirih (Sumber peta : wardanamandira.blogspot.com)
     Namun baru 2 tahun kemudian keinginan saya terwujud. Bekal Peta Kabupaten Sukoharjo tak lupa saya bawa. Sebenarnya beberapa rekan Solo Raya menawari untuk jadi guide. Tapi karena hari itu adalah hari kerja saya sungkan untuk mengajak mereka. Jadilah mumpet-mumpet mbolang ini. Angka di Speedometer saya bikin nol agar tahu berapa perjalanan dari rumah.
     Dari Rumah sekitar jam 8 pagi (biar seperti biasanya orang kerja padahal cuti.. hehehehe), Saya lewat jalur Semarang-Solo. Setelah Sampai Sukoharjo, saya ambil jalur menuju Kecamatan Weru dengan jalur yang melalui Pabrik PT. Sritex. Kemudian terus lurus: Berturut-turut Bonmati - Dalangan - Kateguhan - Tawangsari - Karangmojo - Karanganyar. 
    Selain panas sekali, Jalan menuju Candi sirih setelah melewati PT. Sritek hampir 60% sedang di beton... karena di perbaiki itulah macet plus debu beterbangan. Namun tak mundur tekad saya setelah 3 tahun tertunda.
Masjid Baity Makmur Sukoharjo
    Sampai di Kantor Desa Karanganyar/SDN Karanganyar 03/Lapangan Desa. Ada gang sebelah kiri ikuti gang tersebut, kira-Kira2 500m, sampai ketemu dengan Masjid Baitiy Makmur 
     Lokasi : Dusun Kersan Desa Karanganyar Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo dengan Koordinat :  7°48'1"S 110°46'41"E     
     Candi Sirih berada dibelakang gedung Madrasah Diniyyah / Disamping masjid:  CANDI SIRIH berada.
     
      Deg!!!?? terpana ..... jantung terasa berhenti.... tersayat sembilu hati saya .... Mrebes mili pandangan saya .... (kata kata bukan lebay!, sungguh sedih saya tak tergambarkan)
      Melihat kondisi Candi Sirih. Saya sampai 5 menit terpaku didepan motor sesaat setelah parkir. Tak melakukan apapun, bahkan sekedar minumpun tidak. Hanya bertanya dalam hati kenapa seperti ini? .... 
       Setelah beberapa saat, saya ambil air mineral terlebih dulu untuk membangunkan kesadaran saya. "Bahwa Candi Sirih memang ingin dilupakan!".... 
   Bagaimana Tidak???
  • Jika diperhatikan pastinya rumput itu tidak lebih tinggi. 
  • Jika di perhatikan pastinya ada upaya untuk melestarikanya...
  • Jika Diperhatikan, pastinya ada papan peringatan dan petujuk ini benda purbakala
  • Jika diperhatikan.... Haruslah masyarakat sekitar ta acuh
Jika ini dibiarkan tak lama lagi batu iji akan musnah... TUNGGU SAJA.....!!!!!!!!
Candi Sirih Sukoharjo
     Mulailah saya membawa teman seperjalanan saya, yang sudah 5 tahun menemani saya mendokumentasikan gambar. Barangkali nanti bisa menceritakan kembali dengan gambar Puzzle yang hilang 'Candi Sirih' ini. 
    Mulailah saya ambil gambar, Tangan selalu nempel di Shutter dan mata mengedarkan pandangan, barangkali ada relief yang nampak, jaladwara, ratna, kala, ratna ataupun watu pendukung lainnya yang tentunya saya tak ingin terlewatkan.

Bagian Candi Sirih dari sisi depan






























Bagian Candi dari sisi sebelah kiri






Bagian Candi dari sisi Belakang



Hanya bisa meratapi....




Bagian Candi dari sisi sebelah kanan




    Saya sampai tiga kali memutari Candi sirih untuk mencari penanda/ yang bisa menjadi sumber cerita. Watu Candi Bertebaran :


     
    Batu Berpola bagian Puzzle Candi Sirih yang Hilang :































     Mbolang kali ini, Saya sengaja tampilkan di Blog banyak foto Candi Sirih, dan sepertinya foto terbanyak 1 lokasi yang pernah saya buat... Tujuan utama saya ingin memperlihatkan pada kisanak semua bagaimana terbengkalainya candi Sirih ini.
       Hasil penelusuran itu... sama sekali tak berbekas... saya pribadi tak berani menyimpulkan candi ini Hindu atau Budha.....    
           Sementara itu,

        Keberadaan tower air yang baru, di samping Candi Sirih sedikit membuktikan bahwa dulu sekali saat dibangunnya candi ini dekat dengan mata air. Tapi Nampaknya saat ini area sekitar sini hanya Tanaman Jati. Tanah padas... Karma!. Nampaknya Tower ini baru dibangun, rekan mbolang Max trist yang ke sini bulan desember 2014 belum ketemu tower ini. 
   

     Lalu apa lagi? akankan Candi Sirih Bertahan ?????!! 

       

Tak jauh dari Candi Sirih ada bekas penambangan batu alam. Yang sepintas batu yang dihasilkan berbentuk sama dengan watu candi Sirih. Namun berbeda value nya


     Dengan langkah gontai saya beranjak pergi...semoga Candi Sirih kelak ada yang memperhatikanmu... Awalnya saya ingin melanjutkan ke Candi Risan di Daerah Semin Gunungkidul yang kata lek Trisno hanya 15 menit. Namun karena hati sudah penuh dengan rasa kecewa, energi habis karena sedih. Saya tunda dulu mbolang ke Candi Risan ... Suatu saat pasti saya kembali mampir kesini dan semoga sudah berubah.
Selad Gajahan
      Sebelum pulang atas rekomendasi teman dekat, jadilah makan makanan yang lama di impi-impi..... Selat Solo
 Lokasi di Selat Gajahan Berada di daerah Gajahan Solo. tepatnya di Jl. Veteran di Kelurahan Gajahan. Solo
     Menu yang tersedia bermacam-macam dan menggugah selera, tapi saya pilih selad original plus es jeruk. nilai 9. ENAK...mo nambah malu.... xixixixi.

Menu Warung Selad Gajahan Solo
    Suatu saat pingin banget Nyoba Nasi Gunungsari..... 
     Sekilas Selat Solo : Selat Solo konon adalah makanan hasil modifikasi lidah bule yang disesuaikan dengan lidah orang Jawa. 
 jOSSS gANDHOS!











Save This Not Only a Stone 
@ssdrmk di Candi Sirih
    Sampai ketemu di kisah Mbolang Situs selanjutnya...
Mari Kunjungi dan Lestarikan....

nb: jarak yang saya tempuh kali ini 143km.
Jarak Kota Sukoharjo-Weru : 22km.





Gabung yuk di Grup FB Pecinta Situs DEWA SIWA