Jumat, 25 Juli 2014

Situs Ngembat Jambu

Situs Ngembat Jambu
      17 Juli 2014, Setelah mampir di Situs Watugentong Kalibeji, niatnya sudah mo pulang. tapi lagi lagi mas Pman alias Wrongway ngompori, tanggung ada di depan daerah jambu situs yang benar benar masih natural alias terbengkalai... dan Provokasi tiu berhasil.....
     Berada di Dusun Ngembat, Desa Brongkol Kec. Jambu Kabupaten Semarang. Situs candi ini (terbengkalai) sama sekali belum tersentuh perhatian BPCB maupun Pemkab.
Situs Ngembat Tertutup semak
      Pernah beberapakali oleh salah satu komunitas mencoba membersihkan semak2 itu, dan mereka mengumpulkan foto serta data-data, kemudian dikirimkan ke instansi terkait. Namun ta ada respon. (sumber : M.Pman)
    Keberadaan Situs dibelakang area pemakaman warga (jalan kearah situs harus melalui makam) serta berada di areal tegalan milik warga mungkin yang menjadi pertimbangan belum di perhatikan.
     Uniknya..... Sengaja atau tidak.... semak belukar yang menutupi candi benar2 berbentuk kotak.... mungkin pemilik lahan sengaja menyisakan agar tidak kelihatan orang???

Mencoba Menyusun puzzle misteri ngembat.... :
Yang masih terlihat jelas : Kemuncak Candi, Batuan datar (altar sesembahan mungkin), umpak batu
Sisa2 Sisa Situs Ngembat
parade Batu Candi yang tertutup semak : 










SAVE THIS...
PLEASE.....
Salam Penyuka Candi....
di Situs Ngembat Brongkol

Kamis, 24 Juli 2014

Situs Watu Gentong Kalibeji

Watu Gentong Kalibeji

     Masih 17 Juli 2014. Pulang dari blusukan area getasan, Mr.Pman menawari untuk mampir ke Situs Watu Gentong Kalibeji Banyubiru. Gayung kusambut, karena memang jalur banyubiru, jalur pulangku.
       Saat Mr.Pman tiba2 berhenti di pinggir jalan Banyubiru kukira hanya istirahat... tapi ternyata menunjukkan sebuah makam :
sebuah makam.
      Makam unik? tentu saja karena satu satunya makam, ada di pinggir jalan Raya Banyubiru-Salatiga ... namun bukan itu yang jadi fokusnya.... namun memakai batu batu candi. coba dicermati saja.... entah ini makam siapa....

        Lanjut kita menuju tujuan awal, sebelum menuju Situs Watu Gentong, Mr.Pman menunjukkan sesuatu yang mengagetkan (kecewa).... di sebuah pos kamling ada menonjol Lingga yang sudah di cat hitam.. Entah Apa Maksudnya lingga (yang merupakan pasangan yoni) ini di letakkan di sini. Tapi lumayan lah daripada di buat pondasi... hehehe ( seperti yang sdh2)
    Semoga Yang memasang itu tau itu simbol apa? hahahahaha....
     Setelah berhenti sebentar, eh ternyata guide kita lupa... jeh enom kok lalinan jalan to mas Wrongway.... setelah berjuang dan bertanya akhirnya sampailah.....
Yoni
    Situs ini terletak di RT 04 RW II Dsn Cebur.Ds Kalibeji, Kecamatan Tuntang, Masyarakat sekitar mengganggap/ memberi nama Yoni ini dengan "Watu Gentong"....

Yoni : kata yang mempunyai arti bagian/tempat (kandungan) untuk melahirkan. Kata ini mempunyai banyak arti, di antaranya adalah sumber, asal, sarang, rumah, tempat duduk, kandang, tempat istirahat, tempat penampungan air, dan lain-lain. Dalam buku Kama Sutra dan dalam kaitannya dengan batu candi, yoni berarti pasangan lingga yang merupakan simbol dari alat kelamin wanita (wikipedia). Dan dalam agama hindu merupakan simbol kesuburan, serta sebagai simbol pemujaan untuk dewa SIWA. 
      Kemungkinan Besar Yoni ini pasangan dari Lingga yang sebelumnya kami temui di Pos Kamling. 


 








Close Up Yoni :
Fragmen Yoni Watu Gentong Kalibeji
Kura-Kura lambang dunia bawah dan Naga ...


Beberapa Batu Candi yang ada di area yoni:
Kemuncak Candi
Umpak

     Situs Watugentong sudah lumayan mendapatkan perhatian dengan dibangunnya pagar dan atap untuk melindungi Yoni ini... Namun ada yang terlewat.... tak jauh dari situs ini ada sebuah makam yang lagi2 memakai batuan candi untuk menyusun keatas.... : saking banyaknya batuan candi berbentuk kotak itu ; tentunya itu memungkinkan sebuah bangunan.. entah berbentuk candi, pagar, pentirtaan ataupun altar ibadah.... entah....
Batuan Candi....... + kijing makam??

---- Sebenarnya mo close up masuk area pemakaman, namun ketika mau masuk.. terlihat ada salah satu makam yang ambles... swear bener2 ambles... kubatalin dec..... hehehe...----


Hahaha.... ndelok opo mas? menowo ono harta karun po? 
wrongway

Save This
Not only a stone!
Salam Penyuka Candi
di Situs Watugentong
     

Situs Candi Sokowolu

   
Situs Candi Sokowolu
  17 Juli 2014,  Setelah di Prasasti Ngrawan, Juragan Setyo nawari lagi ada situs candi Sokowolu diperbatasan Boyolali.. Tanpa babibu, langung saja...Masih Bersama Mr.Pman lajulah kita dari Ngrawan menuju Sokowolu.
    Situs Candi Sokowolu berada di desa Tajuk  Getasan kabupaten Semarang. . maaf untuk rute tidak saya ungkapkan jelas.... soalnya riskan..
    Situs Candi Sokowolu belum diteliti lebih lanjut oleh BP3, hanya ada papan peringatan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Semarang.
      Konon dinamakan Sokowolu karena terdapat soko berjumlah 8. Namun saat ini tinggal 3 ditambah dengan kondisi (sangat) memprihatinkan..... sokowolu dalam bahasa jawa bisa berarti : alas/dasar berjumlah delapan atau bisa pula berarti : dari delapan. 
     Merupakan situs bangunan yang bersifat Hindu, diperkirakan berasal dari abad XM. dulu ada arca nandi di sini, namun sekarang raib.

menuju sokowolu : didepan : juragan Setyo, Mr.P dan yg moto aku sendiri.
      Sekali lagi maturnuwun sanget "Juragan Setyo Widodo", Pamong Budaya Kecamatan Getasan yang berkenan membagi wawasan dan ikhlas menjadi guide, bahkan rela glundhung...hehehehe.... (sesaat setelah ambil gambar ini terjadilah musibah itu).... 
   Kita Explor :
Di pinggir jalan ada 1 batu penyusun candi :

Kemuncak/puncak candi kita temui pertama kali....
Sokowolu
Batuan Candi dibuat talut, 


Untuk Memudahkan, saya bagi 4 kelompok gambar:

Kelompok I
Reruntuhan bangunan candi kah ini? (mungkin
Sokowolu : I dari depan
Sokowolu : I dari samping kanan
Sokowolu : I Close dari kanan
sokowolu : I dari belakang


Sokowolu : I dari kiri
Kelompok II




 Kelompok III



 Kelompok IV


Ada sendang

 Ada relief Unik di Sokowolu

Sokowolu
beruntung, hunting sama Mas P.man... teliti, gambar diatas, motif sederhana itu setelah di bersihkan dari lumpur

      Saat beristirahat dan berdiskusi dengan juragan setyo, situs ini terbengkalai karena pengaruh budaya masyarakat juga yang sama sekali tidak mewarisi penggunaan situs sokowolu ini. 
     Masyarakat di sekitar sokowolu memang agamis, kata beliau.
    Namun, bukan hanya alasan agama/mistis kan suatu peninggalan kita lestarikan?
------

nb:
siapa itu Mr.Pman??? ini dia....klik :  Wrong Way
-----------
kika; aku, Mr.Pman dan Juragan Setyo (Pamong Budaya)

Save This 
Not Only a STONE!
Salam Penyuka Candi....

Di Situs Sokowolu

Selasa, 22 Juli 2014

Prasasti Ngrawan

Prasasti Ngrawan
       17 Juli 2014, bersama penunjuk arah Juragan Setyo Widodo (Pamong budaya Getasan) yang bersedia  menjadi guide dadakan jadilah meluncur ke Prasasti Ngrawan.
Arah ke Prasasti Ngrawan sebenarnya cukup mudah, jika jeli sahabat akan menemukan papan petunjuk arah di pinggir jalan. (foto nyusul)
Prasasti Grawan
        Prasasti Ngrawan, berada di Ngrawan Kecamatan Getasan kabupaten Semarang. Tepatnya di Kaki Gunung Telomoyo. barangkali itu juga kenapa diberi nama,(yang bisa )Ngrawan;  diartikan daerah yang rawan (longsor). karena memang di lereng lereng banyak sekali batuan besar.
      Prasasti ini sudah lumayan(walaupun sedikit saja) diperhatikan dengan dibangunnya pagar dan atap serta sudah ada papan peringatan. Namun usaha untuk menggali lebih dalam prasasti ini nampaknya terhenti.
      Prasasti Ngrawan sampai saat ini belum diketahui informasi mengenai siapa pembuatnya, jaman apa dan bagaimana isinya, karena tulisannya sudah tidak jelas.
Prasasti ngrawan
     Konon, daerah ini dulu adalah pemukiman dan  daerah ini (ngrawan) sudah ada sejak dulu. Namun ketika terjadi bencana. Masyarakat pindah. jadi uniknya Prasasti ini tetap bernama Ngrawan. Tapi Desa Ngrawan sendiri sudah pindah ke tempat yang lebih aman. (Sumber pamong desa)
     
Selain Prasasti  adapula : 
lumpang
sisa2 saluran air
batu Candi terpendam 
 Prasasti Ngrawan pada saat bulan Rejeb masih digunakan untuk ritual budaya grup seni 'Topeng'. Selain itu masih digunakan untuk 'ziarah' ; terbukti masih ada sisa-sisa pembakaran kemenyan. 

nyepi u wangsit juga
SALAM PENYUKA CANDI
Save This
Not Only a stone!!
    
kika : saya, Setyo widodo (Pamong Budaya Getasan dan Mr. Pman.)