Tampilkan postingan dengan label batu bata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label batu bata. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 September 2019

Candi Boto Tumpang 1: Destinasi 2 Anjangsana Komunitas

Candi Boto Tumpang I : dukuh Boto Tumpang, Desa Karangsari Kec. Rowosari Kendal
       Sabtu, 28 September 2019. ini adalah rangkaian cerita blusukan bersama Komunitas Dewa Siwa. Untuk lebih lengkap silahkan baca naskah link : Anjangsana Komunitas. Destinasi Pertama, dimana lokasinya sangat dekat dengan Rumah Mas Fikri, pentolan Komunitas Pecud dan Kendil Wesi (Pecinta Situs Cagar Budaya Kendal-Batang Pekalongan). 
Fikri
         Rumah beliau pula yang menjadi pusat kumpul beberapa komunitas yang bergabung dalam kegiatan Anjangsana Komunitas ini. Lebih dari 30 orang, dari berbagai komunitas berbaur. Setelah merasa cukup kami kemudian menuju destinasi 2 : Candi Boto Tumpang 1. 
       Kira-kira 5 menit saja perjalanan kami tempuh, menyusuri jalan pedesaan dimana kanan-kiri jalan hamparan persawahan. Matahari yang mulai terik tak kami hiraukan. Karena rasa penasaran kami. 

      Setelah memarkirkan kendaraan bermotor, kemudian kami jalan kaki menyusuri pematang sawah. Menuju Candi Boto Tumpang I, 
Menuju Candi Boto Tumpang I, 

      Ada kejadian lucu, menyeberang sungai kecil. Saat salah satu peserta ragu-ragu meniti 3 batang bambu. Maju mundur seperti artis cetar itu 😀😀wkwkwk- tonton video dibawah 👇. 

      Candi Boto Tumpang 1 Berada di dukuh Boto Tumpang, Desa Karangsari Kec. Rowosari Kendal. 
Candi Boto Tumpang I Kendal

Candi Boto Tumpang 

     “Sekitar tahun 2017, saya dan rekan dari Mojokerto ketika penelusuran di area ini, awalnya karena penasaran dengan nama Dusun yang identik ‘Dusun Boto Tumpang’. Apalagi warga yang kami tanya selalu menjelaskan bahwa batu bata ditengah sawah tersebut dulunya adalah bangunan masjid”, cerita Mas Fikri. 
     “Setelah kami telusuri, singkat cerita kami akhirnya kami yakini bahwa batu bata ini adalah (ODCB) Obyek Diduga Cagar Budaya”, jelas mas Fikri. Kemudian oleh Mas Fikri kemudian dilaporkan ke pihak berwenang. 
Berkumpul menyimak penjelasan dari Mas Fikri, 
     Setahun kemudian, barulah ada penelitian sekaligus eskavasi pertama kali. Untuk mengetahui dugaan awal bentuk, usia dan peninggalan masa Hindu Klasik atau Budha. “Kesimpulan para arkeolog saat itu menduga bangunan Boto Tumpang ini mirip dengan kompleks percandian Batujaya Karawang (Penulis sangat berhasrat kesana), yang merupakan candi Budha”, tambah mas Fikri. 
     Reruntuhan Candi Boto Tumpang I 
Candi Boto Tumpang I
Candi Boto Tumpang I
     Secara kasat mata, Peninggalan yang nampak diluar ini memang sudah lumayan hancur. Tapi saya yakini terpendam dalam tanah masih banyak dan bisa tersusun kembali. 
     Pemandangan sekitar juga cukup mengagumkan, Hamparan sawah penghhijauan pasti akan menyegarkan mata memandang. Menambah syahdu suasana Candi Boto Tumpang ini. Semoga tak butuh lama pihak terkait untuk meneliti dan kemudian merestorasi Candi Boto Tumpang ini, potensi wisata religi cukup menjanjikan, apalagi tak jauh dari lokasi ini ada lagi ODCB dengan Batu Bata yang sama, Masyarakat menyebut dengan Candi Boto Tumpang II (link Naskah) 
     Link Channel Youtube :

       Foto bersama Para peserta Anjangsana Komunitas: 
Anjangsana Komunitas Kolaborasi Dewa Siwa, Exsara, Pecud, Kendil Wesi
 Salam Pecinta Situs dan Watu Candi 

Sampai Ketemu di Penelusuran Berikutnya 

#hobikublusukan 
Link Rangkaian Destinasi  Anjangsana Komunitas :
Link Utama---- Seluruh kisah tergabung---- , PerDestinasi
1. Lapik Situs Magelung
2. Yang anda baca ini
3. Candi Boto Tumpang 2
4. Situs Bale Kambang (saya kesana berapa tahun lalu)
5. Candi Bale Kambang
6. Arca Ganesha Tersono

Senin, 26 Desember 2016

3 Lapik Arca di Desa Candisari Secang magelang

Selasa, 26 Desember 2016. Penelusuran kali ini bersama duet nekat nglimpebojone... hehehehe. Bersama Lek Wahid saya mencoba menelusuri informasi dari Kang Adjie Negro, senior di dunia penelusuran situs di Temanggung area dan sekitarnya.
Destinasi yang akan kami telusuri (untuk nama lokasi destinasi saya nunggu Kang Adjie Negro, Saya dan lek Wahid saking asyiknya penelusuran situs terlupa mencatat nama dusun, RT RW dan petunjuk lain nya) :
1. Yoni dan Watu Gentong di Kantor Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang.
2. Prasasti Tuk Mas, Desa Lebak Kecamatan Grabag Kab. Magelang
3. Situs di Makam Dewi Roro Nawangsih
4. Yoni Pucang Gunung Grabag Magelang
5. Candi Retno 
6. Yoni Unfinished Dk. Bandungan Ds. Candiretno Secang
7. 2 Yoni di Tidaran Secang Kab. Magelang
8. 3 Lapik Arca Candisari Secang
9. 4 Yoni Banyusari Magelang   
Destinasi #8 Lapik Arca 
Lapik Arca di Desa Candisari Secang magelang
     Setelah dari Yoni Tidaran Secang, kami melanjutkan penelusuran informasi masih dari kang Adji Negro. Arahnya dari Tidaran menuju Secang, kemudian kami mengikuti  Petunjuk dari Kang Adji : ”Dari daerah di pinggir jalan yang membuat tas krombong plastik. Sebelah kiri ada jalan menurun tajam, Ikuti jalan tersebut”, jelas Kang Adjie.
        Kami menyusuri jalan aspal nan curam tersebut, berganti naik menanjak, kemudian sampai berganti dari aspal menjadi jalan berbeton. Pertigaan lurus terus, sampai ketemu dengan gang sebelah kiri. Tak menunggu waktu lama, ikuti gang tersebut lalu sampailah.
      Nampak didepan rumah lapik arca panjang, yang saya baru pertama kali menjumpai. Sangat amazing bagi saya. Dan kebetulan sekali bagi kami, tuan rumah lengkap dengan sangat ramah menyambut kami.
 Lapik Arca di Desa Candisari Secang magelang
        Setelah menjelaskan secara singkat maksud kedatangan  kami, dan kami minta ijin untuk mendokumentasikannya. Kami dikejutkan dengan, “Di belakang rumah ada 2 lagi mas, namun lebih kecil dan kotak”, jelas Bapak Dahro “Selain itu ada juga batu bata jumbo (banon) dan terakota”, tambahnya. 
     Surprise sekali, Sampai-sampai rasa lapar kami hilang berganti menjadi energizer 180%. (bukan hilang, tetap lapar namun kami tahan).
        Kami langsung mohon ijin melihat 2 lapik yang berada di kebun belakang rumah. 




      Di perjalanan menuju kebun, kami menjumpai pula batu bata kuno jumbo yang berserakan, sebagian tertata nampak di undakan menuju  tanah kebun.
Lapik #2,
Lapik Arca di Desa Candisari Secang magelang
        Posisi tergelempang, konon sudah dari dulu begitu, seperti yang beliau ceritakan kepada kami. Bentuknya mirip dengan Yoni, ada cerat, ada pula pelipit di badan Lapik, Yang membedakan hanya tidak ada lubang ditengah penampang atas tempat dimana lingga berada.
        Di Cerat, ada relief trap-trapan bulat (maaf saya tak tahu istilahnya) 
            Kami tak tahu kenapa Lapik ini masih diposisi tergelimpang begini, padahal menurut cerita Pah Dahro, pihak purbakala pernah menginventarisir 3 lapik ini.Kenapa ya????
Lapik Arca di Desa Candisari Secang magelang
            Agak konyol, kami mencoba membalik… dan tentu saja… walaupun dua orang se-centi pun tak bergerak lah Lapik ini… ehehehehe… tentu saja bukan karena penagruh kami belum makan siang. 
     Bukan itu… Tapi tentu karena batu andhesit ini berkualitas istimewa.
Lapik Arca di Desa Candisari Secang magelang
            10meter dari lapik yang glimpang ini, ada lagi…
Lapik #3,
Lapik Arca di Desa Candisari Secang magelang
            Masih berdiri dengan gagah, dari cerita pak Dharo pula, Lapik ini masih insitu dan benar-benar belum pernah digeser barang sejengkalpun.
Lapik Arca di Desa Candisari Secang magelang
      Lapik ini layaknya saudara kembar identik dengan lapik yang glimpang tadi. Ukuran, bentuk dan hiasan nya sama persis hanya berbeda nasib.
            Bagai Pinang Dibelah 2 hiasan pada ceratnya ;
Lapik Arca di Desa Candisari Secang magelang
     Lek Wahid sih bilang, “Yang glimpang kui pas Upacara rung sarapan, dadi semaput”, seketika mengingatkan saya untuk segera makan! Hehehehehe 
Lapik Arca di Desa Candisari Secang magelang
           Bukannya kami membeda-bedakan perlakuan (2 lapik waktunya tidak sama dengan 1 lapik panjang), namun ada faktor tambahan, keluarga besar sekali nyamuk menyambut kami. Untungnya golongan darah saya beda dengan Wahid. Dia menghadapi 10 saya Cuma 2 ekor, itu ibaratnya…
Lapik Arca di Desa Candisari Secang magelang
     Kembali ke Lapik Panjang di Halaman depan rumah, Seperti Janji Bapak Dahro Kami ditunjukkan antefik, terakota.... Sangat Indah Sekali
Antefik Pendukung 3 Lapik Arca di Desa Candisari Secang magelang     
    Penampang atas yang berukuran panjang, membuat kami menduga... lebih dari 1 arca kah? 3 bahkan muat... Tapi arca apa sajakah kami tak bisa mengira lebih lanjut. (Semoga ada yang berkenan memberi pencerahan)
Lapik Arca di Desa Candisari Secang magelang     
    Di ujung cerat (tempat air mengalir keluar) ada hiasan unik, 
 

Penyangga Cerat berupa ular, 

Salam Pecinta Situs dan Watu Candi
Lapik Arca Candisari Secang Magelang
            Beribu terimakasih atas keramahan nya segenap keluarga Bapak Dahra, (Ibu nya malu foto keluarga… hehehehehe). 
     Saat kami berpamitan, tiba tiba Bapak Dahro menawarkan kami untuk melihat pula watu purbakala lain, tanpa berpandangan lagi... kami mengekor puteranya Mas Agus Janokonakal untuk diantarkan ke lokasi.. (Bersambung)
Bersama Keluarga Bapak Dahro ; agus janokonakal

Nb :
1.      Penelusuran Berlanjut

2.      Kami saya sarankan membawa lotion anti nyamuk….

Kamis, 15 Desember 2016

Jejak Peradaban di Dusun Penggik Desa Gondang Kec. Limbangan : Yoni Knock Down



   Kamis, 15 Desember 2016. Penelusuran lanjutan dari Lapik Arca, Lingga Dsn. Beku Desa Gondang Kec. Limbangan Kab. Kendal.
     Turun arah Limbangan kira-kira 1000m sebelah kiri ada gang menuju Dusun Penggik, masih di Desa Gondang Kecamatan Limbangan.
Gang Penggik Desa Gondang 

Masuk ikuti gang tersebut kira 200m melewati masjid dusun. 30m dari masjid tersebut di sebelah kiri tepat di samping depan rumah warga(lurus didepannya ada kandang shaun the sheep).
     Dan Posisi Yoni Knock Down bagian atas tergeletak miring di pinggir jalan. Video Amatir : 



    "Dari cerita warga, dulu pernah akan diambil (baca dicuri) warga dari desa lain. Namun entah kenapa tak jadi", cerita Mas Ari As'huri.
 
ada lubang tempat lingga
      Posisi Bagian atas Yoni ini aslinya ada ditengah ladang warga. Dari yang tersisa ini nampak sekali halus dan sangat presisi. Terlihat jelas rerat dan lubang lingga di tengah, berbentuk kotak.
Cerat Yoni Knock Down Gondang
   Video Amatir detail Yoni Knock Down #2:
   Setelah mengeksplor Yoni Knock Down, kami kemudian melanjutkan menelusuri info selanjutnya dari Mas Ari.
   Sebelumnya mendokumentasikan dulu :
Yoni Knock Down Gondang Limbangan
     Sebagai Kenang-kenangan :
Dusun Penggik Desa Gondang Kec. Limbangan  
     Untuk petunjuk, mending tanya face to face tanya beliau sendiri ya ... cukup rumit karena lewat nrabas ladang warga, melewati kebun pepaya.   
Jejak Purbakala di Gondang Limbangan
   Ada 2 watu purbakala yang nampak dan terlihat,

Video amatir : 


  Lingga :
      Dilihat dari detail, (Namun sayang kami ta bawa alat meter) dugaan kami ini adalah lingga pasangan Yoni Knock down yang sebelumnya kami temukan.  
   kondisi lingga sudah tak utuh lagi, bagian atas sudah rompal, bagian yang oval sudah hilang.
    Detail close : ciri lingga yang identik dengan lubang Yoni Knock Down.
Lingga Yoni Knock Down Gondang Limbangan Kendal.
   Watu Umpak,warga mengenalnya demikian, 
Watu Umpak


     konon di sini, "Dulu ada arcanya, namun sekarang sudah dicuri orang", Jelas Mas Ari As'huri. "Bahkan saya pernah mendengar ada warga yang menemukan sesuatu yang berharga disini" tambahnya.

 Saat kami berdua (Saya dan Lek Sur) sedang 'menikmati' (baca=mendokumentasikan secara detail sambil mengira-ira dimana yang lain) 2 watu purbakala ini. Mas Ari berteriak Histeris. 
     "Lumpangnya di sini mas", teriak Mas Ari. Kami segera bergegas dan ini dia penampakannya: 
Lumpang Penggik Desa Gondang Limbangan

     T
ak jauh ada lubang bekas galian yang menampakkan bukti adanya tinggalan Batu Bata jumbo...





BUKTI MANAKAH YANG KAU SANGKAL????




Salam Pecinta Situs dan Watu Candi :
Situs di Dsn Penggik Gondang Limbangan
Salam Blusukan Garis Keras :

     Mari Ketahui Jatidiri untuk 'sangu' anak cucu kita.
Ari As'huri 

     Maturnuwun Mas Ari As'huri. Guide spesial, Kopi ireng dan Gedang Goreng sekaligus ngobrol santainya di rumah njenengan. sambil menikmati Pemandangan yang menakjubkan...


:
bulan dan matahari di hp @ssdrmk
++ kisah tambahan
   Dan terjadilah... hp saya jatuh yang cukup parah. namun sekali lagi... saya mencoba tak menghubungkan dengan aktivitas kami blusukan... Saya tepis kemungkinan penunggu marah karena lokasinya sedikit kami bersihkan, saya tepiskan dugaan saya injak bekas tempat suci masa lalu. Karena ketidak tahuan saya. hanya satu faktornya.. karena kecerobohan saya. Jadi maaf untuk sementara ini bila wa,sms,tlp,messenger ta saya respon cepat. HP belum dibawa ke sangkal putung. maaf edisi curhat.... HP rusak blusukan kacau.