Tampilkan postingan dengan label Lumpang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lumpang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Februari 2021

Misteri Makam Penden Penawangan : Jejak Peninggalan Lumpang dan Alu yang Hilang

       Sabtu, 13 Februari 2021. Kali ini sebenarnya menjadi destinasi diluar dugaan saat Gowes Bersama Komunitas ALibs (Arsip Library Sepedaan) 'Gowes Goes to Penawangan". Awalnya inceran saya adalah informasi dari Mas Seno adanya sebuah OCB yang berada di Dusun Mranak. Tepatnya Lapik arca yang menjadi umpak teras warga. Cluenya dekat Tugu Suharto Penawangan. 

Tugu Suharto, Penawangan
     Sayangnya kondisi tak memungkinkan, walaupun saya sempat survai dahulu saat start gowes, Lapik arca Mranak dekat tugu suharto, 

    Rencana awal gowes pulang saya mampir, tapi kondisi berkata lain. Hujan sangat deras, jadi Lapik Mranak next penelusuran. Selain keberadaan situs, ada watu lain yang cukup unik, dari penamaan watu tersebut, konon bentuknya mirip yang memang bikin penasaran.. hahahha.... 

Menuju Watu Penthil, Penawangan
        Pemandangan di Watu Penthil memang Joss Gandos, potensi untuk wisata alam yang menakjubkan. Yang mungkin saat ini masih terbatas pada komunitas Trabas.

Pemandangan di Watu Penthil

      Penampakan Patu Penthil masih menunggu kiriman foto rekan, saking terpesonanya saya terlupa untuk foto watu penthil yang di tanam warga dekat gardu pandang. konon watu pentil, dinamai demikian karena memang mirip bentiknya dengan penthil. Yang berada di terbing terjal dan menjadi jalur pintas warga untuk ngurusi ladang, beri makan ternak. "Warga memanjat tebing dengan nggragap-ngraggap batu yang menonjol di beberapa bagian menjadi jalur naik itulah yang karena mirip bentuknya akhirnya dinamakan sama.".

     Saat ngobrol dan beristirahat di Gardu Pandang Watu Penthil inilah, saya dapat cerita dari Kapten Alibs, Mas Didik bahwa di Makam Punden ada Watu Lumpang dan Alu yang telah hilang. Singkat cerita saya duluan, dan mampir di Makam Punden Tersebut.  


sasadaramk.com

   Di pintu gerbang masuk tertulis Nama Makam Ki  Ageng R. Sudjono.  untuk siapa beliau terus terang saya tak punya informasi.

      Setelah mencari beberapa saat di area makam, ketemu juga. Dibawah pohon menjadi satu dengan satu makam. 

    Sayang sekali saya terlalu susah untuk mendapatkan sedikit cerita perihal Watu Lumpang di makam Punden ini, sang kaptenpun tak berani bercerita, sementara salah satu warga yang saya tanyai lewat WA, mensyaratkan untuk ketemu langsung jika ingin tahu sejarahnya. Terus terang karena jarak yang cukup jauh, jadi ya saya jawab lain kali... heheh.

    Hanya yang saya dapat, kepercayaan warga sekitar bahwa untuk ke makam harus ke Sendang Nggandul Temetes terlebih dahulu. 

     Dokumentasi Watu Lumpang Makam Punden Penawangan







   Semoga ada sahabat yang memberikan pencerahan narasi cerita sejarah Makam Punden Penawangan ini, 

   Video Penelusuran Situs Makam Punden Penawangan :

     Foto bersama Teman Komunitas Alibs, saya yang berdiri ditengah :

Komunitas ALIBS, Perpusda Kab. Semarang

   Sambil rehat di Warung Ngelo, Penawangan. Kami konsolidasi kembali untuk perjalanan pulang. tak lupa tentu mengisi pertut karena jam sudah menunjukkan pukul 11 siang.

       Salam Pecinta Situs dan Watu Candi, 

#hobikublusukan

Jumat, 20 Desember 2019

Menelusuri jejak Peradaban Sendang Guwo Semarang

Watu lumpang Sendangguwo Semarang
      20 Desember 2019. Masih blusukan situs di seputaran kota Semarang. Setelah menelusuri jejak peradaban Jaladwara di Tegalsari Sendang, Candisari Semarang. Kami, (saya dan Eka WP) lanjut menelusuri Informasi kedua dari mas Lutfhan. 
    Menuju Sendanguwo, Sebuah nama toponimi daerah yang sedikit banyak membuktikan kunonya peradaban yang pernah bersemayam. 
        Karena Mas Eka WP masa kecilnya hidup di dekat Sendang Guwo maka keyakinan saya blusukan kali ini pasti mudah... Hehehehe
     Dari Tegalsari Sendang Candisari, kami lewat perempatan Javamall lurus. Kemudian menuju Kedungmundu. Melewati jembatan diatas jalan tol, sambil Mas Eka bernostagia, juga mengalir cerita seru saat kecil nakal plus dulu dalam ingatannya banyak sendang, juga pohon yang besar. Tambah semangat lah saya. 
      Melewati Kantor kelurahan Sendangguwo, konon kata mas Eka dulu daerah sekitar Sendangguwo alas angker. 
Punden Mbah Guwo

       Berbekal petunjuk situs di makam punden, kami bertanya pada warga, kemudian mengalirlah kami sampai di depan sebuah gumuk yang terdapat beberapa pohon besar. 
Watu Lumpang Punden Mbah Guwo
       Watu Lumpang Punden Mbah Guwo. 
Watu Lumpang Punden Mbah Guwo
     Sudah ada tetenger Situs Sejarah mbah Guwo", dari anak KKN Unpand. 
        Watu Lumpang, bersisian dengan akar pohon. 
Watu Lumpang Punden Mbah Guwo 
       Lumpang Mbah Guwo lumayan masih di uri-uri, Sebuah usaha nyata yang harus di dukung ditengah perkembangan kota Semarang yang begitu cepat menggeser peninggalan kuno (sudah jamak). 

Sendang Guwo Semarang
     Padahal pada masanya, Watu (sang hyang kalumpang) Lumpang ini memiliki tempat spesial di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Bernilai sakral sebagai media/sarana sesembahan (tempat meramu sesajen/ ritual penyiapan persembahan). 
    Kadang Watu Lumpang memiliki inkripsi atau tanda sendiri seperti relief atau angka tahun yang menandakan peninggalan masa kerajaan yang berkuasa saat itu. 
Watu Lumpang Punden Mbah Guwo 
       Dari cerita tutur tinular yang saya dengar, Mbah Guwo sendiri adalah seorang tokoh yang mbabat alas dan nama beliau diabadikan menjadi nama daerah. Sementara 'Sendang' dari keberadaan petirtaan kuno yang ada di bawah gumuk. Dulu banyak mata air di sekitar punden Mbah Guwo. Dulu sekali. 
"Suasana sangat sejuk, walaupun disekitar sudah bikin gerah"
      Selain Punden Mbah Guwo, menurut warga juga masih ada kaitan yaitu punden makam Mbah Rebon. Yang berjarak kurang dari 500m.
makam Mbah Rebon

       Kami juga mampir di punden Mbah Rebon. Karena waktu sudah hampir jumatan, kami memutuskan untuk perjalanan pulang sambil mencari Yoni, walaupun infonya belum terlalu detail. Mas Lutfhan? Pie kabare?๐Ÿ˜€๐Ÿ˜ 
Situs sejarah makam Padukuhan
      Tanpa kami duga pandangan mata tertumbuk tulisan papan di depan makam "Situs sejarah makam Padukuhan" Sendangguwo. Seketika langsung saya genggam erat dan injak kuat rem motor. Kaget, ekspresi Mas Eka WP. Tapi seketika tahu kenapa๐Ÿ‘Œ.
       Kami langsung menyebar menelusur dimana situs berada. Kebetulan ada penggali makam yang sedang menggali kubur. Kebetulan. 
      Dari beliau kami mengetahui di makam ini banyak ditemukan batu bata berukuran besar = Banon. Beliau juga bercerita, beliau banyak ketemu tatanan batu saat menggali makam. "Seperti lantai sebuah bangunan".
penggali kubur makam padukuhan
       Beberapa rekan percaya, jika semakin banyak generasi muda yang ikut nguri-nguri budaya niscaya akan bermunculan bukti peradaban. Saya ulang! Nguri-nguri nguri lo ya! bukan tujuan lain yang aneh2!!
  Beberapa Batu bata yang terdokumentasi (banyak berceceran di setiap makam)๐Ÿ˜ข
Banon Makam Padukuhan sendangguwo
      Sampai ketemu di penelusuran berikutnya.
       Maturnuwun mas Lutfhan infonya๐Ÿ˜€

      Duet nakal blusukan Jumat berkah
      Eka WP dan Saya di Watu Lumpang Sendangguwo 
  Link you tube segera setelah edit selesai.๐Ÿ˜€
      Sampai ketemu dipenelusuran berikutnya. 
Salam pecinta situs watu candi

#hobikublusukan

Senin, 08 April 2019

Jajan Srabi, Bonus Watu Lumpang Ngampin Ambarawa.


Lumpang Serabi Ngampin Ambarawa
Senin 8 April 2019. Lama tak jajan Kue Serabi saat lewat di Ngampin Ambarawa… entah kenapa hari ini saya langsung belok, sembarang lapak Serabi di pinggir jalan, kemudian pesan 1 makan di tempat dan 2 bungkus untuk oleh-oleh orang rumah. Kebetulan saya dari perpusling di area Jambu. Berhenti tepat di Bakul Srabi ini,
Serabi Ngampin
Sempat berbasa-basi tanya beliau tinggal dimana, tiba-tiba terbersit ide untuk bertanya tentang beberapa situs yang ada di Ngampin ini.

(termasuk situs yang berada di lokasi yang angker orangnya = saya mengalami sendiri diancam untuk tak publikasi padahal Situs benda Cagar Budaya itu adalah milik negara.... hahahaha. -- malah timbul kecurigaan --ya sudah yang waras ngalah.. namun yang pasti --- yang saya tulis ini tak ada kaitan dengan orang itu, sumber bukan dari orang itu.---- mohon jangan baper jika baca ini ya-- saya tak bermaksud menyinggung... namun tujuan saya adalah hanya edukasi.... biar semua orang tahu bahwa Situs perlu dilestarikan... bukan di klaim (lha kaloo hidup terus, kalo besok meninggal trus yang ngurusi siapa? Anakmu mau ngurusi? Ga dijual?)--- stop--- maaf saya malah ikut2an sewot.. trus apa bedanya saya? hahahaha. --arogan--- tutup kasus---
Lumpang Serabi Ngampin berada di belakang rumah ini
Tanpa saya duga Bakul serabi itu menunjuk arah, "Belakang rumah itu dibawah pohon randu ada Watu Lumpang Mas", saya hampir tersedak. tentu sebelumnya saya bertanya, apakah orang luar boleh melihat. Bakul serabi tersebut mengangguk sambil menyarankan saya untuk minta ijin ke yang punya rumah. Nampaknya beliau percaya kepada saya. Niat saya bukan kolektor bukan negatif pokoknya...
Watu Lumpang Ngampin Ambarawa.
Sayangnya cukup lama saya mengetuk pintuk, rumah tersebut kosong... kanan kiri juga sepi, kemudian saya menuju arah yang dimaksud. 
Niatnya jika ketemu pemilik (semoga ramah), bisa tanya cerita, legenda atau minimal tutur tinular, sisik melik keberadaan Watu Lumpang ini. Semoga dilain kesempatan saya bisa mengetahui dan menulis ulang kisah ini
Tanpa babibu.. saya setengah berlari... (Mohon ijin pemilik rumah, saya dokumentasi Lumpang nggeh) bukan bermaksud macam-macam... hanya ingin nguri-nguri hasil peradaban nenek moyang, tak lebih.
Watu Lumpang Ngampin Ambarawa.




















Tepat berada di perlindungan pohon Randu yang menjulang tinggi. 
Watu Lumpang Ngampin Ambarawa



















Closep up Lumpang Ngampin Ambarawa,


Keberadaan beberapa situs di Ngampin, yang tersebar dibeberapa titik, memunculkan dugaan saya pribadi bahwa dulunya area sekitar Ngampin Ambarawa ini ada entitas, kelompok masyarakat yang terstruktur yang telah berdiam disekitar area ini,  ada Candi Ngentak, Watu Lumpang dan lain sebagainya. 
Setelah merasa cukup, saya menyudahi penelusuran tak sengaja ini. 
Maturnuwun kepada Bakul Serabi yang dengan ramah memberikan informasi ini, semoga tetap ramah, tambah laris nggeh bu... (Saking senangnya saya terlupa foto beliau--semoga dlain kesempatan saya bisa ambil foto dan saya upload di sini... sebagai ucapan terimakasih)..
 --bersambung…

Salam pecinta Situs dan Watu Candi
#hobikublusukan

nb: Saat di lokasi ini banyak sekali nyamuk....

Rabu, 27 Maret 2019

Ekspedisi Kembang Kuning Cepogo Boyali : Kolaborasi #1 Watu Lumpang - Watu Lesung

Ekspedisi Kembang Kuning Cepogo Boyali : Kolaborasi #1 Watu Lumpang - Watu Lesung
        Rabu, 27 Maret 2019. Akhirnya bisa juga.... terus terang kisah ini terjadi karena saya memaksa dengan sangat mengancam kepada Mas Eka Budi Z, pemilik Blog Karungrungan. Bagaimana tidak dipaksa... sekian tahun beliau hanya PHP saja setiap ku ajak blusukan. ---
      Awal ketertarikan saya menelusuri jejak sejarah Kembang Kuning tentu saja nama desa Kembang Kuning yang eksotis. Apalagi rekan yang berkesempatan mengikuti kegiatan blusukan bersama komunitas ‘Mboja_lali’ (sebuah komunitas yang juga concern dengan situs di area Boyolali) mengunggah foto-foto beliau saat berada di situs. Mata saya langsung tak bisa lepas dari keberadaan jejeran watu Lumpang. (Pak Nanang selalu saja berhasil pamer dan membuat saya merasa wajib menelusuri ulang)
   Alhasil, segera saya coba merencanakan strategi untuk penelusuran ke Desa Kembang Kuning ini. Sebuah Ekspedisi yang sepertinya akan menantang, penuh perjuangan, karena (musim) hujan tentu saja mengintai, belum pasti dapat partner… namun hari Rabu ini adalah kesempatan saya untuk free durasi (karena istri luar kota… dan besok sudah pulang…heheh—)
    Jadilah saya melempar ajakan ke beberapa rekan pecinta situs, walaupun saya menyadari tak akan mudah karena ini hari kerja. Untungnya Mas Seno bersedia menemani karena beliau masuk kerja shift malam, sayangnya calog guide andalan absen karena keduluan janji dengan orang lain. Tapi beliau berjanji memberikan detail petunjuk lengkap menuju lokasi, dan tentu saja Mas Eka Budi.
       Bagi saya pribadi.. blusukan kali ini terasa spesial karena saya sudah sejak lama berangan-angan bisa blusukan kolaborasi 2 blogger plus 2 youtuber (spesial situs).. hehehe… tidak bersaing namun saling menguatkan. Saya sendiri salut dengan Mas Eka Budi yang konsisten untuk terus ngevlog, sementara saya ngot-ngotan.
     Selain ingin mendapatkan petunjuk arah, atas saran dari Mas Yohanes, saya memberanikan diri mencoba menghubungi senior komunitas Pecinta Situs Boyolali “Mbo'ja_lali, Pak Pak Ody Dasa. Yang ternyata diluar dugaan luar biasa ramah, saya pribadi sampai melonjak gembira karena petunjuknya sangat lengkap bahkan sampai titik koordinat. Bahkan ada rekan yang dijawil pak Ody untuk mendampingi kami. Bagi kami ini sungguh keberuntungan tiada terkira. (Walaupun sayangnya pak Budi Wiyono terkendala teknis : mungkin kita belum berjodoh pak… berarti saya lain kali akan datang kembali, dan mencari njenengan untuk duduk ngopi bareng nggeh…)
     Bahkan dari Pak Ody Dasa pulalah, saya dapat akses ke Pak Kades Kembang Kuning, Bapak Yarmanto tapi terus terang saya ga berani… sangat sungkan untuk ngrepoti. "Matursembahnuwun Bapak, sudah dibalas WA saya, sebenarnya saya sudah didepan rumah... tapi... sungkan, rikuh walaupun hati ingin mendapatkan banyak cerita dari Bapak..."---

   Saya masih menunggu kiriman Gambar Embung Kembang Kuning, karena saat saya kesana terlalu fokus pada situs... juga keburu hujan.--semoga beliau berkenan...
     Langsung saja ya… cerita eksotisme Desa Kembang Kuning ini….. ---

Watu Lumpang - Lesung Desa Kembang Kuning
       Sebelumnya saya ceritakan dari awal Mula, berangkat dari Ungaran, jemput dulu ke rumah anak manja, Mas Eka Budi.. kemudian langsung ke lokasi kedua dimana Mas Sabaku Seno Menunggu di SPBU Bawen.
       Kami tancap gass menuju Cepogo. Setelah Pasar Ampel melewati jembatan langsung ambil kanan. Terus saja lurus sampai ketemu dengan Desa Kembang Kuning.
    Sayang sekali rencana saya untuk mengambil gambar Embung saat pulang (nanti gagal karena hujan). Padahal sangat eksotis… Embung Kembang Kuning sungguh sebuah destinasi wisata yang elok. Apresiasi kepada pemerintah Desa yang dipandegani Bapak Kades Yarmanto, menjadikan embung yang tujuan awal untuk pertanian menjadi sebuah tempat wisata desa yang natural, indah…sangat eksotis… dengan taman bunga (Ini saya lihat saat perjalanan menuju menjadi destinasi utama kami.… sebuah keselarasan tercipta)
     Koordinat pemberian Pak Ody Dasa yang kami pasangkan di GMaps mengarahkan kami untuk melewati Embung Kembang Kuning dan berbelok di jalan berbeton 50 meter sebelah kiri. 

Makam Desa Kembang Kuning
       Kami kemudian parkir di depan makam desa. Setelah itu mencoba cek barangkali ada sahabat komunitas Mboja_lali yang merapat…  Kami kemudian memutuskan untuk bertanya kepada beberapa warga dimana keberadaan Situs Lumpang Kembang Kuning.
     “Mlebet mawon teng suket gajah niku”, tunjuk warga pembawa rumput sambil tangan beliau mengarah ke area dimana suket Gajah setinggi kami. Nafas panjang, melenguh atau istilah lain yang sepadan menjadi ekspresi spontan kami bertiga. Namun pantang pulang sebelum blusukan. Akhirnya kami terobos.

     Sampailah...

Ekspedisi Kembang Kuning Cepogo Boyali : Kolaborasi #1 Watu Lumpang - Lesung

      Sampai tak bisa berkata-kata, deretan 9 watu lumpang dan 6 watu lesung langsung memaku pikiran saya, berbagai kemungkinan, berbagai dugaan melintas dalam pikiran saya. Apakah ada orang yang telah mengumpulkan jadi satu? atau sudah sejak dulu memang ada di area ini?
Eka Budi Z
      Semoga ada pencerah, (masih Menunggu cerita Dari Pak Ody Dasa dan Bapak Budi tentang cerita dari sini. Saking semangatnya kami, eh.... mas Eka Budi malah rebahan di suket.... rebah dengan cantik...
     Masing -masing kami langsung asik sendiri, mengabadikan dengan gadget masing masing. 
      Sial bagi saya, pinjaman kamera SLR ternyata terlupa memory card nya.... padahal bawanya sudah repot sekali.... (kejadian kedua dalam masa blusukan saya.... sial sekali. Alhasil saya dokumentasi seadanya dengan memory dan baterai yang terbatas.
     Keberadaan 9 watu lumpang dan 6 watu lesung sangat bisa menajdi sebuah bukti, keberadaan peradaban di Desa Kembang Kuning ini dulu pernah bersemayam dan maju pada masanya. Dugaan saya erat kaitannya dengan daerah agraris.... (karena banyak ahli memberikan penjelasan mengenai salah satu fungsi kedua watu ini untuk pertanian).     Close Up Watu Lumpang dan Watu Lesung (sebagian saja)




Watu Lesung Bundar
Watu Lesung Kotak
Ketebalan salah satu Watu Lumpang Kembang Kuning





























       Mulai Blusukan kali ini, saya mulai lagi ngeVlog :
     Tapi maaf saya masih amatir.... dengan segala keterbatasan...
Mas Seno, Mas Eka Budi Z, Saya (ssdrmk) di Watu Lumpang Watu Lesung Kembang Kuning
     Kami, 'Bila Kami bersama... Nyalakan tanda bahaya....(superman is dead) menjadi tagline.... heheheh.
     Foto saya dibawah ini berkat Mas Seno yang heroik, menjadi martir "berubah menjadi manual humandrone alias manjat pohon.... Edyan tenan ...makasih sekaligus salut..... (walaupun akhirnya Gantian Mas Eka Budi yang manjat untuk mendapatkan gambar mas Seno pula. 
manual humandrone : wkwkkwk

      Saya? jadi penyemangat saja plus berdoa mereka tak digigit semut ngangkrang...wkwkwkkw
saya di Watu Lumpang - Lesung Desa Kembang Kuning Cepogo Boyolali
      Jika dari atas, pemandangan jejeran Watu Lumpang dan Watu Lesung sungguh menggetarkan jiwa.... elok.... joss pokoknya :
Situs Watu Lumpang  dan Watu Lesung Kembang Kuning  Cepogo (sumber foto : Seno/eka budi z)
    Salam Pecinta Situs dan Watu Candi, Berlanjut ke Destinasi kedua. : Yoni Desa Kembang Kuning (setelah naskah jadi segera terhubung lewat link)
#hobikublusukan

nb : 
  1. Maturnuwun kagem Bapak Kades Yarmanto, Bapak Ody Dasa, Pak Budi Wiyono, Mas Yohanes dan Pak Nanang yang berkenan memberikan support, motivasi dan petunjuk detail. Salam sembah sungkem untuk sedulur Mbo'ja Lali.
  2. Duet Blusukan KOLABORASI dengan Master Blogger Eka Budi ZjelajahKarungrungan.blogspot.com Silahkan baca juga kisah kami di blog beliau.... Juga di Channel Youtub beliau : https://www.youtube.com/watch?v=CBOs4sE5OJ0&feature=share