Kamis, 14 Januari 2016

Watu Lumpang #2 Situs Pendem Sidorejo Bergas

Watu Lumpang Situs Pendem Sidorejo Bergas
Kamis, 14 Januari 2015
     Awalnya, Postingan dari Kang Dhanny Putra di Grup Dewa Siwa, tanggal 2 Desember 2015 Mblusuk dewe...mencari yg masih bisa menyambung benang merah sebuah peradaban masa lalu...watu lumpang dan batuan candi di Sidorejo(pendem), Bergas, Karangjati...tanya pada org2 malah diguyu,kurang gawean,wes edan tho kwe mas...(no edit)
    Setelah beberapa kali menyesuaikan waktu, akhirnya Kamis wajib Blusukan..... : Saya, lek Suryo dan Mbah Eka W. Prasetya dan tentu saja di temani beliau mas Dhanny. Area pendem Sidorejo bergas, tepatnya di belakang kantor Kecamatan Bergas ini Banyak situs. Bertebaran di sekitar pemukiman penduduk. Sementara ini saya baru menelusuri : watu lumpang, kemuncak, ada lagi informasi tentang kaki arca yang disimpan di kantor Kecamatan bergas. Namun saya belum sempat/ belum punya link ke sana.

       Untuk Rute/ jalur penujuk arah menuju lokasi cukup mudah, cari saja kantor Kecamatan Bergas, yang berada di Jl. Sukarno Hatta/ Jalur Semarang-Solo. Dari arah Solo, setelah kantor Kecamatan sebelah kiri ada gang masuk (tertulis Sidorejo). Ikuti Jalur itu. Kira-kira 100m kemudian ada Poskamling. (foto dan petunjuk jelas masih nunggu Mas Dhanny) Situs ini ada dibelakang pos kamling ini. (lihat video amatir untuk mengetahui arah).
Watu Lumpang Pendem Sidorejo Bergas : Terbalik

     Saat kami kesini, watu lumpang pendem terbalik. Setelah kami minta ijin warga, kemudian kami bertiga membalik posisi watu lumpang tersebut. Tujuan utamanya ingin mengetahui bentuk penampang atas nya.
Ingin tahu penampang ats watu lumpang Pendem Sidorejo bergas

Watu Lumpang Situs Pendem Sidorejo Bergas : mirip bentuknya 
    Setelah kami rasa cukup, watu lumpang kami kembalikan lagi ke posisi awal. 
    Selain keberadaan watu lumpang di area ini. 
     Banyak Pula watu candi kotak berpola yang berukuran Besar. 
watu lumpang ganjel kayu

    Namun sayangnya sudah menjadi alas "ganjel" Kayu, ada yang tergeletak begitu saja di pinggir rumah atau malah sudah diplester jadi lantai sumur.
Watu candi = alas tiang rumah












watu candi terbengkalai











terbengkalai, 











setiap tiang memakai alas watu candi













watu candi yang digunakan pula u batas rumah













Watu candi, berpola/ berlubang samping pos kampling




Video Amatir saat di Situs Pendem Sidorejo bergas : 











      Sebagai bahan Bacaan, tentang area Pendem Sidorejo Bergas ini, saya sertakan beberapa dokumen yang berhasil saya kumpulkan..... dan Jangan Terkejut.... Mari kita telusuri bersama saja.....



      
























Blusukan Bersama, Trio Lestari
Watu Lumpang Situs Pendem Sidorejo Bergas

Save This Not Only a stone.
Watu Lumpang Situs Pendem Sidorejo Bergas
Mari Lestarikan....

Kamis, 07 Januari 2016

Menelusuri Jejak Candi di Kalibeji Tuntang : Ada Nandi di Samping rumah

Menelusuri Jejak Candi di Kalibeji Tuntang : Ada Nandi di Samping rumah

Kamis 7 Januari 2016

      Masih Blusukan Penelusuran jejak Candi, Lanjutan dari Naskah Yoni Situs Bejirejo Kalibeji Tuntang. Seperti janji Bapak Kusriyanto yang berkenan menunjukkan ebberapa watu relief di rumah Mertua beliau kami jalan mengekor di belakang Bapak Kusriyanto.
      Jalan kaki menyebrangi jalan kampung, tepat depan rumah Yoni Bejirejo... Menyusuri jalan kampung tersebut, kira-kira 100m awaskanlah mata kalian. Karena Pandangan menohok ada di samping rumah papan.
Ada Nandi di Samping rumah : Kalibeji Tuntang

       Kebetulan memang saat itu, pandangan saya, pertama yang menangkap sosok arca Wahana Dewa Trimurti tertinggi : Dewa Siwa itu. "Eits...Stop...stop...lihat ....", spontan kami mendekat; Nampak dari belakang rumah, tepatnya dari kamar mandi ada dua orang ibu usai memandikan anaknya. Namun pandangan salah satu ibu sungguh tak bersahabat, awalnya saya pribadi maklum karena baru melihat kami, namun menjadi lebih tak bersahabat, ketika kami jelaskan kami ingin mengambil gambar alias hanya dokumentasi dengan super 'defensif' nya langsung ketus, "Itu punyanya mertua saya!", Kami hanya Ambil dokumentasi bu, ini kan peninggalan Purbakala, bukan milik perseorangan. "Batu itu awalnya bukan disini bu, tapi di depan perkarangan bapak... jadi bukan milik mertua ibu!", tambah Bapak Kusriyanto yang menemani kami. yang nampaknya gemas pula.
Candi Kalibeji : Ada Nandi di Samping rumah
     Saya langsung menyingkir tak tahan dengan gaya sok tahu ibu itu, Yang tahan dan bersabar memberikan pencerahan nampaknya hanya Mbah Eka WP... ---Tapi saat saya konfirmasi di lain hari nampaknya mbah Eka juga sudah melupakan semua percakapan dengan Ibu itu. "Bila di ingat, bikin sakit hati...", jelasnya...---- 
kalibeji : tak terbantahkan ada candi
    Saya kemudian mencoba mengamati beberapa lokasi, karena yakin tak hanya Arca Nandi ini saja. Dan Benar pula... Ada Watu Candi besar berpola di teras rumah ini.
   Di tiang rumah, di tiap pojokan menggunakan pula watu candi sebagai alasnya.
   Kemudian, penelusuran kami lanjutkan, menuju rumah Bapak Kusriyanto, yang konon mengumpulkan batu berelief dari sekitarnya. 
    Di Dekat arca Nandi, banyak pula pecahan watu yang kami yakini adalah pecahan dari Batu Candi yang berasal dari struktur sebuah bangunan suci masa lalu itu. Terlihat dari ciri-ciri batu yang identik dengan jenis batu Arca Nandi dan Watu Candi Berpola.
kalibeji : pecahan watu candi

Kalibeji : jadi tempat sandal
          Saat menuju Lokasi yang ingin ditunjukkan kepada kami, kami melewati sebuah rumah yang menggunakan alas tempat sandal di lantai teras rumahnya dengan Watu Candi....

     
    Sebelum kami ditunjukkan, jalan masuk ke Rumah mertua beliau banyak watu candi kotak (saya yakin dulu menjadi bagian / struktur bangunan suci--candi--- itu)



    Batu Ber-relief itu : 
Relief watu candi di Kalibeji













   Keberadaan Watu Candi Berelief ini, kemudian 2 yoni tak jauh dari lokasi dan tentu saja Arca Nandi menjadikan keyakinan kami semakin bertambah. Tentang Keberadaan Sebuah Bangunan Suci Masa Lalu. Dan Menambah kuat dugaan kami adanya pemukiman kuno di sekitar area ini. Sebagai bahan penguat, perjalanan kami lanjutkan ke penelusuran selanjutnya : Mahakala di sendang Kalibucu, Kalibeji... (link segera terhubung setelah naskah selesai)


Video amatir rekan Lek Wahid : 
link you tube
  1.  http://youtu.be/5UhPDyKn2Lc
  2. https://www.youtube.com/watch?v=42looanVPOQ

Save This Not Only a stone.
Arca Nandi di Samping Rumah : Kalibeji

Mari Lestarikan....

Ada Mahakala di Kalibeji : Menelusuri Jejak bangunan Suci Masa Lalu di Kalibeji

Mahakala Kalibeji
Kamis, 7 Januari 2016
    Masih menelusuri area Kalibeji, lanjutan dari Penelusuran 1# Yoni Bejirejo, dan 2# Arca nandi Kalibeji. Dari lokasi parkir motor, kami ambil jalan arah ke kanan, kemudian pertigaan ambil kanan lagi, terus mengikuti jalan perkampungan menuju Kalibulu.
sendang kalibucu, kalibeji tuntang
     Arca Makahala berada 2m di depan sendang.
    Tak ada sumber informasi yang bisa kami tanyai tentang keberadaan Mahakala di lokasi ini. Apakah dari dulu di disini (in situ), ataukah pindahan dari lokasi lain ; seperti misal dari area dekat Arca Nandi/ Yoni.
     Saya pribadi yakin, seyakin-yakinnya.... Begitu besarnya ukuran Mahakala ini (biasanya diletakkan di atas pintu masuk bangunan suci (candi) maka mutlak ukuran Candi tentulah besar. Sebagai Perbandingan, saya bandingkan dengan kala dari Candi Banyunibo
candi Banyu Nibo
            Kala Candi banyunibo




Kala Kalibeji






kala Candi banyunibo









     


Terbayangkan!!! betapa Besarnya Bangunan Suci itu...
    Sekedar bahan bacaan tentang Kala
     Mahakala adalah salah satu tokoh dalam mitologi India. Di Jawa, tokoh ini dipahatkan di sebelah pintu masuk candi bersifat Siwaistik, bersama pasangannya, Nandiswara. Kedua tokoh ini dianggap sebagai emanasi atau pancaran Siwa dan dianggap sebagai tokoh penjaga pintu. (wikipedia)

       Pada setiap candi tentu terdapat hiasan ini. Kala-makara terdiri dari dua kata, yaitu Kala dan Makara. Kala berarti raksasa yang menakutkan, sedangkan makara berarti wujud binatang dongengan Hindu yang terdiri dari campuran bentuk-bentuk gajah, buaya, ikan. Hiasan kalamakara terdapat pada bagian atas pintu masuk candi. Kepala Kala dipahatkan pada bagian atas pintu masuk candi, sedangkan Makara terdapat pada bagian bawah pintu masuk. Hiasan Kala dan Makara selalu merupakan sebuah kesatuan, sehingga keduanya sering disebut sebagai satu nama, yakni Kalamakara.     
     Hiasan ini sengaja dipasang di pintu masuk candi sebagai penjaga kesucian candi tersebut. Karena bentuknya yang menakutkan, yakni kepala raksasa yang sedang menyeringai, maka ia diharapkan dapat menakutnakuti roh-roh jahat yang akan memasuki bangunan candi yang dianggap suci.
     Di samping kalamakara yang bertugas menjaga kesucian candi, pada pintu masuk candi, agak ke depan, biasanya terdapat pula patung-patung raksasa yang disebut Dwarapala. Tetapi patung raksasa yang amat besar dengan sikap duduk dan memegang penggada ini, biasanya hanya terdapat di muka pintu utama yang menuju ke kompleks candi. Pada candi Budha sering terdapat patung singa di depan kalamakara. Tugasnya masih menjaga kesucian candi. (http://kurniawatialfita.blogspot.co.id)
Mahakala  Kalibeji Tuntang Kab Semarang
    Masyarakat / warga sekitar mengenal Mahakala ini dengan sebutan "Watubucu", Sementara Mbah Eka ketika mencoba menggali informasi kepada warga tentang Maha kala ini malah mendapatkan informasi "doktrin", : batuan ini sudah ada sejak nabi ibrahim dan harus dihancurkan karena berhala... Aneh bin bingung, cerita yang berkembang turun termurun itu.
 
Blusukan 4 Sekawan :
Lek Suryo, Mbah Eka, Saya @ssdrmk, Pak Artoyo : Di Kalibeji

Save This Not Only a stone.

Imagine : biggest temple.
Mari Lestarikan....

Yoni situs Bejirejo, Tuntang Kab. Semarang

Kamis, 7 Januari 2016
     Sebenarnya saya pernah dua kali menelusuri Yoni ini, tanpi nihil. Selain minim info, juga kesalahan saya dalam menerjemahkan arah. Baru setelah ada rombongan Dewa Siwa yang blusukan, salah satu crew dewa siwa saya minta untuk menjadi penunjuk arah. Karena hari Kamis, seperti biasa Lek Suryo merapat. Eh Sebelum lek suryo datang, ada bonus tambahan Mbah Eka Datang, mampir dari Jogja katanya. Saat berbincang dengan Mbah Eka inilah, Pak Artoyo berkunjung ke Perpustakaan Ambarawa. Jadilah Kami Blusukan Empat Sekawan. 
gambar 1
     Start dari Perpustakaan Ambarawa, kami melalui Jalur Ambarawa Banyubiru, Melewati beberapa situs antara Lain : Situs Watu Lumpang Pojoksari Ambarawa,  Situs Di Bukit Cinta, Runtuhan Candi Gilang Tegaron, Candi Dukuh, Arca Muncul. (Yang ada link nya saya sudah blusukan). Tujuan kami kali ini berdekatan dengan situs watu Gentong kalibeji. 
gambar 2 : rumah penanda yoni ada dibelakangnya
         Gang kedua Kalibeji langsung ambil kiri, kemudian melewati poskamling yang terpasang lingga di depannya (gambar 1), Melewatinya kemudian pertigaan gang ambil kanan. jalan pelan-pelan saja. Yoni ada di kebun belakang rumah ini.
     Untungnya, ada rekan yang sudah pernah blusukan kesini, jadi penelusuran kali ini langsung ke lokasi. Dan inilah penampakan awal  Yoni Bejirejo tersebut.
    
     Kondisi Yoni hampir 90% diselimuti lumut, cerat rusak, kepala naga penyangga cerat juga hilang.

     Cerat yang telah rusak dan Lubang lingga yang berbentuk segi empat.
    Lingga yang menjadi pasangan Yoni ini pun sudah sejak lama raib entah kemana.

    Badan Yoni yang berlumut, tak lagi utuh....


   
     Beberapa rekan dewa siwa yang mendahului Blusukan, menemukan beberapa pecahan batu berelief serta terakota di sekitar lokasi Yoni ini.    



   Video Amatir di Yoni Bejirejo : 
     
      Saya dan Pak artoyo kemudian di ingatkan untuk memutari rumah depan Yoni ini (foto petunjuk gambar 2), ada beberapa watu candi dan kemuncak.

  •     Watu Candi berpola di samping rumah
   


  • Hiasan puncak candi
  •     Kemuncak di Halaman rumah
  •     Watu Candi Ganjel Kayu
      
  •     Watu candi Berelief di samping Sumur
  •     Umpak bertebaran di lantai jemuran padi/gabah


     Saat penelusuran disini, ada beberapa warga mendekat dan penasaran dengan aktivitas kami. Setelah tahu tujuan kami apa, ada salah satu bapak yang memberikan petunjuk "Ada kemuncak, watu relief di rumah mertua saya", jelas beliau. Malah beliau juga bersedia mengantar menuju kesana. BACA JUGA : (Lanjut ke Naskah Menelusuri jejak keberadaan Candi di kalibeji : Ada Nandi di samping Rumah)

      Blusukan Bersama, empat sekawan.... Lek Suryo, Mbah Eka W Prasetyo, Pak Artoyo dan @ssdrmk.

Save This Not Only a stone. 

Mari Lestarikan....