Tampilkan postingan dengan label Kalongan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalongan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 September 2020

Keindahan Taman Kayangan Tebing Alfath : Rekreasi Keluarga

Taman Kayangan
Kayangan Tebing Alfath
        Selasa 30 September 2020. Destinasi lanjutan kegiatan “One Day Trip with blogger Milenial dan Jurnalis”, yang di selenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. setelah Curug Gending Asmoro. Kami kemudian mampir di Taman Kayangan “Tebing Alfath”, yang dikelola oleh Bumdes Kalongan Mandiri Jaya. 
Kincir Angin
tebing alfath, Kalongan Ungaran
 
       Taman Kayangan “Tebing Alfath”mulai dikembangkan sebagai tempat wisata oleh Pemerintah Desa Kalongan sekitar tahun 2018. Fasilitas parkir baik sepeda motor maupun mobil Cukup Luas 
      Masih di Suasana Pandemi, di masa new Normal ini pengunjung wajib memakai masker, dan cuci tangan serta petugas mengecek suhu tubuh. HTM 10K. “Sebagian hasil keuntungan penjualan tiket kami alokasikan untuk membangun Masjid”, jelas Bapak Yarmuji, Kades Kalongan. 
      "Tebing Taman Kayangan Tebing Alfath, dulunya adalah bekas tempat pembuangan sampah. Atas kesepakatan warga dan pemerintah desa kemudian di sulap menjadi lokasi wisata yang bermanfaat baik secara ekonomi maupun sosiologi warga”, tambah Bapak Kades. 
      Gerbang Kayangan Tebing Alfath
Taman Kayangan
Gerbang Kayangan Tebing Alfath
      Saat kesini, matahari beranjak meninggi, apalagi masih musim kemarau, cuaca cukup terik. Namun setelah kami memasuki gerbang masuk. seketika mata di jamu dengan pemandangan yang aduhai. 
Tebing Alfath
      Berbagai spot foto tersedia di titik-titik yang meanjakan mata. 
Tebinks

      Pemandangan alami yang disajikan sangat indah. Es dawet jagung, suguhan khas tebing alfath :

     ditambah ada kolam renang yang menambah kesegaran Selain excited dengan pemandangan, fasilitas yang ada kami juga dijanjikan ada minuman segar khas Desa Kalongan, Es Dawet jagung. 

Kolam renang kayangan Tebing Alfath
       Taman Kayangan “Tebing Alfath” sangat cocok untuk rekreasi keluarga. Suasana alami. Ayah bunda refreshing anak bergembira main air. Keren!! 
      Saya pasti akan kembali mengajak anak istri. 
Gazebo diTebing Alfath
     Bersambung ke destinasi Taman Kayangan Tebing Alfath Kalongan 
---
    Naskah ini satu paket dengan 3 destinasi wisata lain kegiatan ‘one day trip wiwt blogger milenial and jurnalis. Tentu yang cukup spesial adalah destinasi Bukit Cinta, dimana ada garis merah kegiatan ini dengan pakem blog saya ini… heheheh. (ada sesuWATU nya.. hehehe) 

Link : (terhubung satu persatu setelah jadi) 
  1. Taman Kayangan Tebing Alfath 
  2. Agrowisata kopeng “Gunungsari” 
Salam budaya! 

#ayodolankabsmg 
#onedaytrip2020 
#hobikublusukan

Rabu, 04 November 2015

Situs watu lumpang Kalongan

watu lumpang situs kalongan ungaran
4 November 2015
          Butuh 2 kali survey untuk menelusuri Watu Lumpang Situs Kalongan Ungaran ini. Awalnya informasi dari teman kerja, di Dekat Kuburan desanya ada watu Lumpang. Saat itu Senin tanggal 2 November saya mencoba survey terlebih dahulu. Seperti biasa, saya cari sumber informan warga terdekat untuk mengetahui lokasi persis. kali ini Warung di seberang jalan. Sambil beli minuman, saya bertanya, " Oh iya ada mas, diantara rumput liat itu", sambil menunjuk ke arah lahan tak terurus. "Dulu itu lahan punya bapak saya, kemudian dijual. Dulu saat kecil, lahan itu ditanami kopi dan saya tahu ada watu lumpang itu disana". tambah beliau. "Lha mas, mau apa? kok nyari-nyari watu seperti itu?" tanya nya lagi. "Tak usahlah saya jelaskan jawaban saya, bosan saya..... hehehehe."

    Walaupun sudah mblasuk-blasuk ilalang setinggi saya, Sampai tak perlu menunduk untuk melewati, bahkan saya berdiripun kalah tinggi. Tak menghiraukan lagi ada hewan liar, walau juga takut ada ular. Tapi karena banyak burung 'Gemak' berterbangan saya jadi yakin tak ada ular.   
    Sampai sepatu saya tak berwarna hitam lagi, tetap watu lumpang itu ga ketemu, karena selain waktu sudah mepet, badan juga terasa gatal-gatal. Akhirnya kuputuskan untuk melanjutkan lain hari dengan informasi lokasi pasti yang lebih jelas.
    Dari pengalaman kemarin, kali ini saya buat postingan terlebih dahulu, ngajak Kawan DEWA SIWA yang lain, biar kalo gagal ketemu bisa ada teman senasibnya.... heheheheh. Kali ini yang merespon adalah kawan hendri Samosier dan Suryo Idein. Sebenarnya ada lagi satu rekan cewek yang tertarik ikut. Namun tak ada kabar lagi.
     Setelah sebelumnya saya memastikan posisi Watu lumpang kepada rekan kerja, (Kebetulan beliau sehari sebelumnya tahlilan di makam di samping watu lumpang ini, sempat mencari serta ketemu pula)
    Akhirnya kami janjian jam 4 di area dekat Kuburan kalongan. Kebetulan saya sampai terlebih dahulu, kemudian langsung menelusuri jejak Watu lumpang itu. Kali kedua saya kesini, ada nampak bekas pembersihan dan rumput kering yang dibakar. Mengurangi usaha saya menuju lokasi alias jalan lebih mudah. Walaupun nambah bekas arang di baju saya, tapi itu sudah resiko.
     Dan inilah, Watu Lumpang Kalongan itu
watu lumpang kalongan

     Berada di Desa kalongan, Kecamatan Ungaran barat Kabupaten Semarang. 
watu lumpang kalongan
     Tepatnya di samping kuburan desa di tengah lahan kosong bekas pabrik penggergajian kayu (masih ada bekas tembok di sekelilingnya.
      Setelah coba saya singkirkan rumput kering yang menutupi watu lumpang, terlihat lebih segar watu lumpang ini; 
watu lumpang Kalongan
      Watu lumpang, pada jaman dahulu sebagai bagian kehidupan masyarakat yang agraris/ pertanian. Difungsikan untuk menumbuk padi dan digunakan pula dalam ritual setelah panen padi, yang berfilosofi syukur atas karunia melimpah dari Dewi Sri.
Watu Lumpang kalongan
    "Selain syukur atas karunia Yang kuasa, bergandengan dengan tampah, orang jawa ketika memilih beras yang akan dimasak 'ditapeni'" .... selalu yang ditumbuk adalah pilihan. Dan apa yang dipersembahkan adalah yang terbaik, sehingga panen kedepan akan jauh lebih melimpah...
     Kondisi Watu Lumpang, Situs Kalongan Ungaran ini menggambarkan lamanya terakhir kali dipakai untuk ritual persembahan. Jangankan ritual, diperhatikan pun tak pernah barang sekali. Terlihat dari kondisi dan posisi watu lumpang ini, ditutupi tertutup tanah, rimbunan ilalang mati dan banyak warga yang tak tahu. Saya beberapakali tanya anak muda, walaupun sudah bisa ditebak jawabnya. "Tak tahu". 
Situs Kalongan Ungaran
   Padahal keberadaan Watu lumpang ini, bisa menceritakan sejarah area kalongan in. Dulunya Agraris, pertanian, subur dsb. Lupa sejarah... itu yang terjadi..... ---
    Semoga usaha yang sekecil ini bisa memberitahukan ke masyarakat pentingnya mengetahui, menghargai dan kembali ke jatidiri kita sendiri..... Budaya kita sendiri apapun pasti lebih baik.....--daripada niru-niru.
   Mblusuk Bersama Lek Hendrie Samosir dan Lek Suryo Idein
Save This, Not Only a Stone!!!
Mari hargai dan Lestarikan, Salam Pecinta Situs dan Watu Candi