Kamis, 31 Desember 2015

Menelusuri jejak Candi di makam Desa Candisari Kecamatan Jambu

terakota di makam candisari jambu
"Musibah membawa berkah,"
Kamis, Desember 2015

    Kok Bisa? hahahaha. karena Mbah Eka terkena musibah, nabrak orang. Eh Orang yang ditabrak malah memberi informasi ada terakota/ batu bata berukuran besar serta bata berelief di Makam Candisari Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. 
    Bukan maksud saya mensyukuri musibah beliau, namun ada hikmahnya... heehhehe. 
   Saat ngobrol dengan saya pun kelihatan mbah Eka Bagas Waras luwih2.. terlihat saat kami mengobrol, sebelum kami menelusuri Situs Watu candi di makam Keramat desa Mlilir Bandungan.
    Kali ini masih dan lagi lagi bersama Lek suryo idein, bagi saya sendiri wajib untuk blusukan dan mencari lokasi situs baru (yang belum saya kunjungi agar beliau tak kecewa mampir ke perpustakaan.. hehehehe (Alibi ben iso mbonceng blusukan)
     Berangkat dari Perpustakaan Ambarawa, di Jl. Mgr. Sugiyopranoto 13 Ambarawa. Kami menempuh jalur biasa ke arah Jogja. Tujuan Kali ini Kecamatan Jambu. Petunjuk dari Mbah Eka adalah Makam di Belakang Warung Makan Boga Makmur/ Pangkalan Truk, Sebelum Desa Tempura.
   
Gang menuju lokasi terakota Candisari Jambu
Segera kami langsung menelusuri, keberadaan terakota itu,dibawah tatapan tanda tanya para peziarah (kebetulan hari kamis malam jumat banyak orang ke makam). 

    Yang kami dapat : 

--lewat tulisan ini pula, saya mohon ijin kepada yang punya (yang dimakamkan), saya ambil gambar ta bermaksud lain, hanya ingin membagi sejarah.
     
     Selain tatana batu bata berukuran besar di makam ini, kami mencoba menyusuri semua sudut makam 
    Di beberapa lokasi tersebar batu bata yang identik/ berukuran sama.























    Selain Batu bata yang tersebar, ada pula yang digunakan sebagai 'pathok' nisan (mohon ijin mbah....)




    Close up batu bata yang berpola : 
terakota
        
batu bata berpola : terakota

    Juga menunggu seorang bapak yang sedang "ziarah kubur" untuk saya korrek informasinya. namun hanya geleng kepala, dan mengarahkan kami untuk tanya tetua desa saja yang mungkin tahu keberadaan bekas bangunan candi di sekitar sini.


Suryo idein in candisari : terakota makam
     Mari lestarikan, budaya kita sendiri. Kalau tidak siapa lagi?






Blusuk nekat, bersama lek Suryo, 



Save This, Not Only A Stone.
Tahu jatidiri....


*** Nulis naskah terakota ini, mengingatkan saya belun nulis naskah lama tentang watu candi kotak berukuran besar yang ada di Candisari ini pula... SEGERA!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar