![]() |
| Reruntuhan Candi di Umbul Gedong, Kec. Tulung Klaten |
Minggu, 9 Juni 2024. Saat mendampingi anak mengikuti kegiatan Sekolah (SD Alam Ungaran - Saung) Outing di Umbul Besuki, saya langsung mencoba menghubungi senior perwatuan "Mas Yoan", barangkali ada situs yang saya bisa mlipir. Dan akhirnya kisah ini terjadi.... Saking semangatnya, keseruannya baiknya menyimak hasil video amatir saya... hahahha (Segera setelah edit) :
Menuju lokasi yang pertama saya lihat adalah : Simbar
![]() |
| Antefik Candi Gedong |
Didepan rumah warga, simbar atau yang dikenal dengan Antefik candi, salah satu komponen arsitektur candi yang berfungsi sebagai hiasan luar, berbentuk segitiga meruncing. Antefik digunakan untuk memperindah tampilan bangunan dan memberikan kesan bahwa candi tersebut lebih tinggi dari ukuran aslinya. Secara teknis, antefik merupakan bagian yang menyatu dengan bangunan induk (bersifat struktural) dan tidak dapat berdiri sendiri.
Biasanya ditempatkan di sisi terluar atap candi, pelipit batur, atau pada tingkatan-tingkatan atap atau ditempatkan pada sudut-sudut bangunan.
Melihat 'antefik', ini semakin semangat, walau kaki sudah pegal-pegal. Karena sudah ada petunjuk mendekati titik utama, dan setelah berjalan kira-kira 50m setelah tikungan .... sayangnya :
![]() |
| Reruntuhan Candi Gedong |
Tinggal reruntuhan. Sempat terpaku beberapa saat, antara tak percaya tapi ini kenyataan. Tak percaya karena dalam batin saya sekitar area Klaten jika ada peninggalan seperti ini pasti di'openi' tapi ini kok.....
Karena saya hanya berdiri diam, beberapa warga yang sedang duduk di dekat mushola melihat saya dengan tatapan aneh, daripada penasaran timbul pertanyaan, saya pun mendekat. Uluksalam, akhirnya mengalirlah obrolan diantara kami.
Intinya ternyata diluar dugaan, bahwa terbengkalainya Candi Gedong ini karena ada campurtangan 'pemerintah' juga, konon awalnya ingin revitalisasi. Tapi cerita yang saya dapat lembaga yang biasa revitalisasi sebuah situs bahkan terkesan pura-pura tidak melihat. saking berkuasanya pihak yang ingin revitalisasi itu. Selentingan ingatan saya umbul gedong ini bukan revitalisasi tapi modernisasi menjadi kolam renang modern. Tapi prihatinnya struktur candi menjadi tertumpuk berserakan. Jadi gagal!
![]() |
| Candi Gedong, Tulung Klaten |
Sekedar perbandingan saya cari urutan waktu Jejak Candi Gedong Tulung Klaten dari Google maps :
2017
.jpeg)
2023

2024
Dari tumpukan watu candi tersebut, Kenapa saya yakin ini Candi karena keberadaan Yoni!
![]() |
| Yoni Candi Gedong, Tulung Klaten |
Yoni pada candi Hindu berfungsi utama sebagai landasan atau tempat dudukan Lingga (simbol Dewa Siwa) dan secara simbolis mewakili energi feminin (Shakti) atau kesuburan. Dalam kosmologi Hindu, pertemuan antara Yoni dan Lingga melambangkan persatuan langit dan bumi yang menciptakan energi kehidupan dan keseimbangan alam semesta.
Namun Yoni posisinya jungkir balik, selain berubah bentuk mirip Hulk! :
![]() |
| Yoni Situs Gedong, tulung Klaten |
Yoni dilengkapi dengan cerat (saluran menonjol) yang berfungsi mengalirkan air yang telah dituangkan ke atas Lingga saat upacara pemujaan. Air yang mengalir melalui cerat ini dianggap sebagai air suci (amerta).
Lubang di bagian tengah Yoni dirancang khusus untuk meletakkan Lingga, sehingga keduanya menjadi satu kesatuan utuh. Yoni gedong, Tulung Klaten ini berbentuk kubus atau persegi dengan lubang di tengah (namun saya tak bisa melihat jelas detailnya, karena posisi terbalik).
Ada struktur kuncian batu, batu berpelipit, bahkan masih terlihat ada relief hiasan atap candi :
![]() |
| Candi Gedong |
![]() |
| Candi Gedong |
Cukup untuk hari ini, sudah lama saya merasa sangat kecewa seperti yang saya rasakan hari ini. Perjuangan jalan kaki memutar menuju Candi gedong, di Dusun Gedongjetis ini menambaha nelangsa... bukan lebay tapi apa boleh buat..... ----














Tidak ada komentar:
Posting Komentar