Sabtu, 21 Agustus 2010

Serat Purwakanda : Guna Rasaning Pandita


Guna Rasaning Pandita

Raja Kuripan, putra Resi Gentayu ingin menjadi maharaja seluruh tanah Jawa. Keluarganya menyetujui keinginan itu. Ia lalu muncul dengan tanda – tanda kebesaran yang lengkap sebagai raja besar, seperti lancang, bokor, bancak-dalang rusa emas, Ardawalika dan sebagainya. Gajah dan kuda dibawa kepada sang raja. Hal seperti ini belum pernah ada sebelumnya. Sekalianya ini sudah diadakan oleh Dandang-gendis, karena bakatnya menemukan sesuatu. Akan tetapi musik gamelan lengkap belum ada, musik gamelan itu masih merupakan perangkat bunyi-bunyian menurut tata Seberang, terdiri dari Gong gendang, ketuk dan kecapi. Inilah baru alat-alat bunyi-bunyian yang ada.
    Dandang-gendis bersinar sebagai matahari ditengah-tengah lingkungannya. Dia mempunyai pengetahuan dalam segala hal, dalam ilmu bahasa dan sastra, dan juga dalam ilmu kesenian. Ia cocok benar dengan patihnya yang bernama Jaksanagara, yang juga pecinta kesenian. Patih itu lalu berdiri dan mengumumkan kepada rakyat bahwa raja itu sekarang menjadi maharaja seluruh pulau Jawa yang tiada terbagi-bagi. Untuk selanjutnya ia akan memakai nama Resi Gentayu. Jadi nama ayahnya akan dipakainya. Sekalian rakyat menyetujuinya dengan suara yang gegap gempita, sedangkan musik gamelan ditabuh orang sebagai tanda penghormatan. Tembakan penghormatan dilepaskan. Mereka, yang dalam hubungan kekeluargaan lebih tua dari kanjeng sinuwun, memberi hormat kepadanya, yang muda-muda mencium kakiknya. Setelah itu mereka makan brsama-sama, mereka terus bersukaria sampai larut malam. Penobatan ini terjadi dalam tahun  763 M (Guna-Rasaning-pandita).
Akhirnya orang banyak itu bubar. Raja mengundurkan diri dalam keraton. Raja-raja taklukan sudah pulang ke negerinya masing-masing. Dengan cara inilah Gentayu menjadi raja. Putranya yang tertua bernama Dewakusuma yang bersaudara tida orang putri yang sudah dewasa. Dewakusuma sudah kawin dengan putri raja Panubun dari Bagelen bernama Candrawati.
 Ketia putri itu,saudara-saudara Dewakusuma, sudah bersuami pula. Seorang diantaranya bersuamikan putra raja Sandang-garba di Jungmara, seorng lagi putra raja Krungkala dariiii Bandung danseorang lagi kawin dengan putra Tunggul-petung raja Prambanan.
Raja Gentayu bangga akan putranya, karena ia banyak mempunyai sifat-sifat yang baik dan terutama ia saangat alim. Ia bermaksud hendak mendirikan sebah keraton baru dan untuk itu dipilihnya rimba jenggala manik yang segera diciptakan sebagai kota.

Naskah selanjutnya : Keraton Jenggala Manik
Diketik Ulang untuk sasadaramk.blogspot.com, dari buku Kitab Jawa Kuno

1 komentar:

  1. mz pean punya naskah serat kanda tdk? kalo iya.. saya bisa copy tdk?

    BalasHapus