Kamis, 29 Februari 2024

Berkunjung ke Lumpang Situs Rumah Retret Syalom Desa Duren Bandungan

       Blusukan Sangat spesial, ditempat yang spesial.

 Begini ceritanya....

Lumpang Situs Duren Bandungan

       Kamis, 29 Februari 2024.  Gimana tidak spesial, blusukan di Kemisan, tanggal 29 Februari ini kapan lagi akan terulang? sangat spesial,  belum lagi kisah yang melatarbelakangi 'baru sekarang' bisa ke lokasi ini. Singkat cerita seorang rekan yang di komunitas Dewa Siwa (Sengaja nama saya sembunyikan), memamerkan dia barusaja penelusuran watu lumpang di sebuah rumah retret. Namun sayangnya diaa memwanti-wanti bahwa saya tidak akan bisa masuk karena ijinnya susah. Tak tahu maksudnya apa sahabat itu., barangkali dulu tanpa sengaja menghalangi saya dengan candaan kejadian itu kurang lebih sekitar tahun 2012/13 . ---berlalunya waktu---

     Jadilah saat ini, cerita blusukan ini akhirnya bisa saya tuangkan, adalah rekan 'partner in kemisan': Mas Eka WP, kegabutan kami saat tanpa janjian, tiba-tiba ketemu, ngobrol ngalor ngidul trus celetukan "yoh, blusukan kemisan!". Dan, muncul ide "Watu lumpang retret di bandungan, konon susah masuk?", usul saya. Seperti yang kita tahu, untuk urusan lobi alias social enginering bahasa kerenya ngapusi dengan elegan. Mas Eka ini jagonya, sudah berapa puluh warga lokal akhirnya malah jadi guide ke lokasi situs...hehehe... 

     Menuju lokasi, beberkal gmaps, kami meluncur. (video perjalanan segera setelah edit selesai saya uplod di youtube juga). 

   Lokasi cukup mudah berada dekat dengan pusat Bandungan, setelah lapor bapak security. Dan diluar dugaan kami, selain ramah... eh malah nawari kami untuk ndampingi. (Versi lengkapnya diampingi Pak Security ada di video).

     Berada di tengah tengah komplek Gedung retret Syalom, watu lumpang ini sudah di 'tempatkan', di lokasi yang layak. Tepatnya di Jl. Ampel Gading 29 Bandungan. Ada penanda pagar pembatas dan nama peninggalan menandakan perhatian pengelola retret Syalom ini. Respect!      

Watu Lumpang
       Kondisi watu Lumpang Rumah Retret Syalom masih cukup baik, lubang ditengah terlihat jelas walau di secara keseluruhan watu lumpang tak lagi bulat utuh, mungkin kerusakan alami tak sengaja.

           Obyek Cagar Budaya Watu Lumpang ini dikategorikan sebagai peninggalan masa Hindu-Budha Klasik. Bukti penguat adalah keberadaan candi gedongsongo yang tak jjauh dari Watu lumpang ini.           Secara umum dulu Watu Lumpang digunakan sebagai alat penumbuk bahan pangan seperti gabah (padi) atau kopi. Selain itu, Watu lumpang memiliki nilai simbolis sebagai penanda batas wilayah kekuasaan tertentu. Kadang watu lumpang memiliki hiasan atau tulisan atau angka tahun.

         Fungsi lain  watu lumpang secara religius, bermakna spiritual, digunakan sebagai sarana pemujaan kepada Dewi Kesuburan, (Pertanian) Dewi Sri. Sehingga keberadaan Watu Lumpang ini juga memungkinkan sebagai bukti bahwa Kawasan Desa Duren kecmatan Bandungan ini dulunya kawasan pertanian.  
lumpang Duren Bandungan
        Setelah kami rasa cukup, perjalanan blusukan Kemisan spesial kali ini kami sudahi. sebuah pelajaran berharga bagi saya pribadi, apa yang dikatakan sulit orang lain belum tentu tidak bisa kita lakukan.

      Terimakasih Partner Blusukan Kemisan : Mas Eka (foto tak tersedia, tapi di video ada...wkwkwk

Punggung Mas Eka WP

      Salam Pecinta Situs dan Watu Candi:
ssdrmk
#Kemisan#blusukan#Dewasiwa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar