Candi Brahu…..
Setelah mengelilingi komplek candi Gentong, perjalanan saya lanjutkan ke candi Brahu.. dengan jarak yang cukup dekat kurang dari 5 menit saja. Menyusuri jalan desa (jalan aspal lebarnya kira-kira 5 m saja) kanan kiri pertanian dan persawahan warga dengan diselingi lahan tebu.
Disusun dengan bahan yang sama dengan Gapura Wringin Lawang yaitu batu bata merah. Dari ke 2 candi yang telah dikunjungi dalam perjalanan sebelumnya (candi Wringin Lawang dan Candi Gentong), Candi Brahu terlihat paling banyak dikunjungi masyarakat, paling besar juga paling tinggi. Setelah membayar tiket masuk dan parkir, mulai lagi untuk mendokumentasikan satu lagi peninggalan Kerajaan Majapahit.
Candi Brahu terdiri dari 3 bagian; kaki, tubuh dan atap. Untuk bagian kaki, candi Brahu terdiri dari bingkai bawah, tubuh serta bingkai atas. Bingkai tersebut terdiri dari pelipit rata, sisi genta dan setengah lingkaran. Dari penelitian yang sudah dilakukan, kaki candi yang mempunyai susunan batu-bata dengan struktur yang terpisah. Besar kemungkinan bahwa candi Brahu mempunyai kaki candi yang dibangun masa sebelum nya (2 masa pembangunan). Dengan demikian struktur kaki yang tampak sekarang merupakan tambahan dari bangunan sebelumnya.
Untuk kaki Candi terdiri dari dua tingkat dengan dua selasar serta tangga disisi barat yang sampai sekarang belum diketahui bentuknya secara jelas (masih perkiraan saja). Bagian tubuh candi Brahu sebagian merupakan hasil rekontruksi pada masa penjajahan Belanda.
Didalam bangunan candi terdapat bilik berukuran 4 x 4, namun menurut keterangan yang didapat lantainya sudah rusak, sehingga didepan candi dapat ditemui tulisan Dilarang Naik (karena memang candi yang dari batu bata mudah rusak berbeda dengan candi yang disusun dari batu). Yang menarik, pada saar rekontruksi dan pembongkaran bata pada bilik ini ditemukan sisa-sisa arang pada bilik ini, setelah dianalisa di Pusat Penelitian Badan Tenaga Atom Nasional Yogyakarta, hasilnya menunjukkan penanggalan radio karbon arang tersebut dari masa antara tahun 1410 sampai dengan 1646.Candi Brahu merupakan tempat untuk menyimpan abu raja-raja Mojopahit, Brawijaya I, II, III, IV. Setelah dibakar, abunya disimpan di gua candi ini.
Setelah cukup lama di Candu Brahu, sempat beristirahat di taman sebelah timur Candi Brahu yang rindang dan sejuk sambil menikmati keagungan Candi ini perjalanan berlanjut…….
Mencintai Budaya Tanpa Paksaan…..Majapahit…..!!!!