Berulangkali saya mengutarakan jargon blusukan 'rise of kemisan'. Namun belum pernah ada yang kesampaian. baru kali ini dengan keadaan yang serba kebetulan. Dimana sehari sebelumnya senior di Komunitas Dewa Siwa mampir ke tempat kerja saya, tanpa diduga beliau dengan entengnya membagi beberapa destinasi baru. Menulis cerita blusukan inipun dengan perjuangan yang berat, memulai kembali 'kebiasaan' memang lebih sulit daripada mengawali hal yang baru itu saya rasakan benar. Situs Kemiri Gubug, Ganesha Kedung Jati, Blusukan Alas Darupono, umbul Gedong Jetis Klaten, adalah beberapa naskah perjalanan yang belum saya selesaikan. tapi tetap saya akan berusaha menyelesaikan, jadi tunggu saja.
Yang penting yakin, ketika menguatkan mental untuk blusukan kemisan sendirian, lama tidak blusukan sempat membuat saya insecure. Namun kepalang tanggung kalau tidak hari ini kapan? Apalagi info yang saya dapatkan, tak hanya satu, namun 2 situs yang berdekatan di satu Desa Ngrawan. Semakin menambah tekad, memantapkan hati. Setelah absen pagi, saya langsung meluncur menuju lokasi. Kali ini tujuan saya di Desa Ngrawan Getasan, dimana memang disini pula ada peninggalan berupa prasasti "Ngrawan
Berbekal titik koordinat, pemberian pak Nanang K, saya meluncur dengan keyakinan pasti dimudahkan.... Perjalanan menuju Getasan lancar tanpa kendala, sesampai di Getasan, untuk memastikan lokasi saya kemudian buka aplikasi Googgle map. Ditambah dengan bantuan petunjuk dari Pak Nanang," Kalau ke Kiri ke Prasasti Ngrawan itu ambil Kanan".
Dilokasi pertama yaitu Pemakaman 'Sasana Langganan', saya coba menelusuri lokasinya tepat di gerbang masuk Desa Ngrawan : arah Panah gambar :
Di Lokasi ini info yang saya dapat dari Pak Nanang Krisdiarto,
ada Yoni berukuran kecil berada di sekitar pojokan makam, namun pojok mana tidak tahu. Karena Pak Nanang sendiri juga tak menemui yoni itu berada. Saya kemudian mencoba mengitari 7 kali segenap penjuru makam, namun ternyata saya tak melihatnya pula. sempat putus asa namun asa masih ada ketika ada dua orang warga sedang menanam bibit pohon di ladang sebelah area makam.
ada Yoni berukuran kecil berada di sekitar pojokan makam, namun pojok mana tidak tahu. Karena Pak Nanang sendiri juga tak menemui yoni itu berada. Saya kemudian mencoba mengitari 7 kali segenap penjuru makam, namun ternyata saya tak melihatnya pula. sempat putus asa namun asa masih ada ketika ada dua orang warga sedang menanam bibit pohon di ladang sebelah area makam.
![]() |
| Yoni Desa Ngrawan : sumber gambar : Widjatmiko ap |
Status : Yoni ini tidak berhasil saya temui.....
Harapan saya, semoga Yoni ini tidak hilang. Sayang banget karena Desa Ngrawan termasuk Desa Wisata, terkenal dengan Desa menari, alangkah lengkapnya juga obyek cagar budaya berbentuk watu juga di uri-uri.----
Berlanjut di destinasi Kedua, masih dengan tujuan situs yang berada di makam. Sayangnya kejadian yang saya takutkan terjadi. saya terlalu pede, akhirnya setengah jam saya mutar-mutar saja di desan Ngrawan. rute googglemaps yang biasanya bisa dan fasih membaca belokan eh hari ini saya benar benar tak tahu arah. Akhirnya saya tahu penyebabnya.... Ya karena bertahun-tahun tidak blusukan, akhirnya kena mental ketika blusukan sendiri... hahahha... lebih dari setengah jam, namun berkahnya, jadi hapal jalan Gang di Desa Ngrawan. untunya saya pakai seragam, jadi warga tak terlalu curiga.. hahahahha...
Akhirnya dengan sangat penasaran karena tak segera ketemu, ketika sampai, "Arghhhh!!!" saya berteriak lega. untung kondisi sepi....
Disinilah ....
![]() |
| Lingga Yoni Situs Makam Ploso Desa Ngrawan Getasan |
![]() |
| Lingga semu Situs Makam Ploso Ngrawan Getasan |
Awalnya dugaan saya ini lingga Yoni, tapi setelah saya mencoba lebih dekat, cerat yoni kok ga ada. Saya kesulitan untuk mencoba menyimpulkan. Sementara saya menganggap ini ' lingga semu'.
Lingga semu adalah bentuk
lingga yang tidak sempurna atau sederhana, berupa tugu dari batu andesit
berujung bulat dengan dasar segi empat.
![]() |
| lingga semu ngrawan |
Terdiri atas bagian bulatan (atas) saja menyerupai phallus, namun tidak memiliki detail bagian
Brahma, Wisnu, dan Siwa secara lengkap.
Selain penanda wilayah kerajaan atau desa, lingga semu
sering menjadi bagian dari kompleks percandian atau tempat pemujaan, dan kadang
ditemukan berpasangan dengan yoni atau di dekat sumber air. Namun karena perubahan zaman yang cukup lama ciri keberadaan Lingga semu ini, apakah sudah berpindah atau masih insitu, kemudian kok berada di tengah makam maka itu akan tetap menjadi misteri selama belum ada catatan atau prasasti. heheheh..... tapi yang pasti keberadaan Lingga semu yang dikeramatkan ini akan menjadi pengaman dari perusakan atau penghilangan....
Semoga tetap lestari!
Segera video dokumentasi saat blusukan sendiri kali ini,
Sampai Ketemu di Penelusuran Berikutnya, "RISE of KEMISAN"
Salam Pecinta Situs Watu Candi!




.jpeg)
































