Selasa, 08 Juli 2025

Candi Singasari Malang, Aku di sini!!!

  "Jangan pernah berhenti bermimpi karena mungkin suatu saat nanti, mimpi kalian akan jadi kenyataan".

Candi Singasari 

        Sabtu, 8 Juli 2025. Quotes di awal naskah tadi sebagai pengingat bagi saya sendiri. Sebuah mimpi menyambangi Candi di sekitaran Malang pernah terpatri di dalam hati sesaat setelah pulang dari Mojokerto-Trowulan tahun 2010. Nyatanya walau sangat kecil kemungkinan, tapi akhirnya saya sampai juga di Candi ini. Ceritanya nyelipke agenda liburan bersama keluarga 'Menepati janji kepada anak trip to Malang", ke Jatim Park. 

      Kali ini juga menjadi pengalaman perjalanan terjauh saya lewat jalan Tol Ungaran - Malang, sempat ada kendala saat akan berangkat tapi akhirnya sampai juga. Menginap di hotel El Hotel Malang, tapi saya gak akan mereview lebih lanjut atau merekomendasikan... hahahaa. Cukup hanya saya saja yang tahu. 

el hotel malang
             Singkat cerita, setelah menghabiskan waktu seharian di Jatim Park, kemudian dengan maps, menjadi panduan menuju lokasi. Sebenarnya berniat njawil rekan sesama pecinta situs area malang, namun karena takut merepotkan, dan beberapa alasan yang lain sehingga saya nekat saja. Beberapa waktu kemudian sampailah :
di Candi Singosari Malang
 
     Apesnya. HP saya saja yang dalam kondisi bisa mendokumentasikan, sementara Hp istri dan anak baterainya memprihatinkan. jadilah dokumentasi saya ala kadarnya. 
Candi Singosari terletak di Jl. Kertanegara No. 148, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Akses melalui gmaps cukup mudah. Kenapa saya sangat tertarik dengan candi Singosari ini. Karena tentunya terkait dengan keberadaan Prasasti Gajahmada (Yang di temukan di area Candi ini). Menceritakan tentang sebuah bangunan yang di dirikan sebagai sebuah penghormatan untuk Raja Kertanegara (Raja Terakhir Singosari). Secara lengkap banyak sumber bacaan tentang Candi yang lumayan terkenal ini.
Candi Singosari

     Terkait Hp yang tak mendukung, keindahan Candi ini tak tergambarkan dengan foto saya. Mohon maaf, saya juga sangat menyesalkan keteledoran saya, tak mempersiapkan terlebih dahulu. 
      Bangunan Candi Singasari terletak di tengah halaman, dibuat dari batu andesit, menghadap ke arah Barat,        
    Tangga naik ke selasar di kaki candi tidak  ada pipi tangga dengan hiasan (biasanya) makara seperti yang terdapat pada kebanyakan candi lain. Pintu masuk ke ruangan di tengah tubuh candi menghadap ke selatan, terletak pada sisi depan bilik penampil (bilik kecil yang menjorok ke depan). Pintu masuk ini terlihat sederhana tanpa bingkai berhiaskan pahatan. 
     Di atas ambang pintu terdapat pahatan kepala Kala atau Kirti Murka. Pahatan ini dipercaya mengusir roh jahat yang dapat membawa bencana. Sedangkan sebagian besar relief yang terukir pada Candi Singasari berbentuk bunga dan binatang. salah satunya adalah relief singa yang saling bertolak pandang.
        Di kiri dan kanan pintu bilik pintu, agak ke belakang, terdapat relung tempat arca. Ambang relung juga tanpa bingkai dan hiasan kepala Kala. Relung serupa juga terdapat di ketiga sisi lain tubuh Candi Singasari. Ukuran relung lebih besar, dilengkapi dengan bilik penampil dan di atas ambangnya terdapat hiasan kepala Kala yang sederhana. 
   Karena memang dilarang masuk jadi tak bisa mendokumentasikan bagian dalam. 
        Dari sumber yang saya baca konon di tengah ruangan utama terdapat Yoni yang sudah rusak bagian atasnya. Pada kaki yoni juga tidak terdapat pahatan apapun.
     Candi Singasari terlihat seolah bersusun dua karena bagian bawah atap candi berbentuk persegi, menyerupai ruangan kecil dengan relung di masing-masing sisi. Tampaknya relung-relung tersebut semula berisi arca, tetapi saat ini keempatnya dalam keadaan kosong. Di atas setiap ambang 'pintu' relung terdapat hiasan kala dengan pahatan yang lebih rumit dibandingkan dengan yang ada di atas ambang pintu masuk dan relung di tubuh candi. Puncak atap sendiri berbentuk Meru bersusun, makin ke atas makin mengecil. Sebagian puncak atap terlihat sudah runtuh.
     Beberapa arca, dan struktur di sekitaran halaman candi yang sempat saya dokumentasikan :


     Pasangan blusukan di Candi Singosari, formasi komplit sayangnya kedua anak tidur, jadilah hanya istri saja :
mariyatul qibtiyah

      Salam pecinta situs dan watu candi

sasadara manjer kawuryan

Bersambung ke Arca Dwarapala

Jumat, 30 Mei 2025

Kisah Ispiratif Pecinta watu : Gus Rohmat Gilang, Tegaron Banyubiru

  

  Jumat  30 mei 2025, lama tak blusukan membuat saya dirundung senior perwatuan. tapi bukannya saya pundung, malah saya jawab tantangan itu, walau akhirnya rekan yang punya informasi tentang Lingga di area Bergas mundur balik kanan, alasan klise, tapi kepalang tanggung saya tetap menuju basecamp berokan menagih pak Nanang untuk 'tidak mau tahu tetap blusukan! walaupun ganti destinasi", hahahhaha.

   Akhirnya mungkin gengsi kalau kalah, akhirnya jadilah saya mengekor ke lokasi dimana kisah ini bisa saya ceritakan. Secara lengkap kebetulan Pak Nanang membuat video,silahkan tonton sendiri ya. Video channel Youtube Pak Nanang :


      Seperti yang terekam dalam video itu, intinya saya sangat respect dengan Gus rohmad. Sangat kagum dengan  usahanya. Mengumpulkan batuan cagar budaya yang riskan hilang. di tata, dirawat dan dimuliakan. 


    Gus rohmat ini, dengan usaha sendiri, 'krenteg e ati, ngopeni lan ngrawat tinggalan leluhur", niat sederhana tapi ga sepele!

     dari yang sudah terkumpul, masing masing watu candi (saya yakin ini duluu sebuah bangunan) ternyata berceceran tidak dari satu lokasi tapi ada yang berkedatan ada yang agak jauh. 

     Lingga Patok yang di letakkan di atas Yoni, juga bisa sebagai pendanda wilayah suci sebuah bangunan candi.

Lingga Patok candi Gilang Tegaron banyubiu
       Ciri lain yaitu keberadaan Yoni : 
Situs Gilang tegaron banyubiru
     Kemudien relief di Kaki atau Tubuh Candi atau mungkin di atap candi  berupa bentuk sulur yang merupakan sambungan bagian candi yang dinamakan antefik : 

   Bukti valid yang lain adalah adanya batuan berpelipit dimana menjadi struktur sebuah bangunan candi:
    Dari ciri ciri tersebut, kami yakin masih banyak watu candi yang tercecer.....
      Saking bingungnya ada orang yang berdedikasi dengan hati seperti gus Rohmad ini. saya sampai lupa berfoto bareng. Namun di Video pak Nanang diatas tadi terlihat jelas kok. Terimakasih Gus Rohmad. Sampai jumpa lagi, kapan2 kalau ada info lagi saya dijawil nggeh. ingin turut partisipasi walaupun sekedar bantu saja.

Salam pecinta situs dan watu candi.

    Sudah diantar, dipakani... jian tenan saya memang keterlaluan nyembah ndeprok pokoke...

opor bebek makyah

Matusembahnuwun 

#komunitasdewasiwa