Tampilkan postingan dengan label pelipit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelipit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Mei 2025

Kisah Ispiratif Pecinta watu : Gus Rohmat Gilang, Tegaron Banyubiru

  

  Jumat  30 mei 2025, lama tak blusukan membuat saya dirundung senior perwatuan. tapi bukannya saya pundung, malah saya jawab tantangan itu, walau akhirnya rekan yang punya informasi tentang Lingga di area Bergas mundur balik kanan, alasan klise, tapi kepalang tanggung saya tetap menuju basecamp berokan menagih pak Nanang untuk 'tidak mau tahu tetap blusukan! walaupun ganti destinasi", hahahhaha.

   Akhirnya mungkin gengsi kalau kalah, akhirnya jadilah saya mengekor ke lokasi dimana kisah ini bisa saya ceritakan. Secara lengkap kebetulan Pak Nanang membuat video,silahkan tonton sendiri ya. Video channel Youtube Pak Nanang :


      Seperti yang terekam dalam video itu, intinya saya sangat respect dengan Gus rohmad. Sangat kagum dengan  usahanya. Mengumpulkan batuan cagar budaya yang riskan hilang. di tata, dirawat dan dimuliakan. 


    Gus rohmat ini, dengan usaha sendiri, 'krenteg e ati, ngopeni lan ngrawat tinggalan leluhur", niat sederhana tapi ga sepele!

     dari yang sudah terkumpul, masing masing watu candi (saya yakin ini duluu sebuah bangunan) ternyata berceceran tidak dari satu lokasi tapi ada yang berkedatan ada yang agak jauh. 

     Lingga Patok yang di letakkan di atas Yoni, juga bisa sebagai pendanda wilayah suci sebuah bangunan candi.

Lingga Patok candi Gilang Tegaron banyubiu
       Ciri lain yaitu keberadaan Yoni : 
Situs Gilang tegaron banyubiru
     Kemudien relief di Kaki atau Tubuh Candi atau mungkin di atap candi  berupa bentuk sulur yang merupakan sambungan bagian candi yang dinamakan antefik : 

   Bukti valid yang lain adalah adanya batuan berpelipit dimana menjadi struktur sebuah bangunan candi:
    Dari ciri ciri tersebut, kami yakin masih banyak watu candi yang tercecer.....
      Saking bingungnya ada orang yang berdedikasi dengan hati seperti gus Rohmad ini. saya sampai lupa berfoto bareng. Namun di Video pak Nanang diatas tadi terlihat jelas kok. Terimakasih Gus Rohmad. Sampai jumpa lagi, kapan2 kalau ada info lagi saya dijawil nggeh. ingin turut partisipasi walaupun sekedar bantu saja.

Salam pecinta situs dan watu candi.

    Sudah diantar, dipakani... jian tenan saya memang keterlaluan nyembah ndeprok pokoke...

opor bebek makyah

Matusembahnuwun 

#komunitasdewasiwa

Minggu, 09 Juni 2024

Jejak Candi di Umbul gedong Klaten

Reruntuhan Candi di Umbul Gedong, Kec. Tulung Klaten 

      Minggu, 9 Juni 2024. Saat mendampingi anak mengikuti kegiatan Sekolah (SD Alam Ungaran - Saung) Outing di Umbul Besuki, saya langsung mencoba menghubungi senior perwatuan "Mas Yoan", barangkali ada situs yang saya bisa mlipir. Dan akhirnya kisah ini terjadi.... Saking semangatnya, keseruannya baiknya menyimak hasil video amatir saya... hahahha (Segera setelah edit) :

    Menuju lokasi yang pertama saya lihat adalah : Simbar

Antefik Candi Gedong
       Didepan rumah warga, simbar atau yang dikenal dengan Antefik candi, salah satu komponen arsitektur candi yang berfungsi sebagai hiasan luar,  berbentuk segitiga meruncing.  Antefik digunakan untuk memperindah tampilan bangunan dan memberikan kesan bahwa candi tersebut lebih tinggi dari ukuran aslinya. Secara teknis, antefik merupakan bagian yang menyatu dengan bangunan induk (bersifat struktural) dan tidak dapat berdiri sendiri.   
      Biasanya ditempatkan di sisi terluar atap candi, pelipit batur, atau pada tingkatan-tingkatan atap atau ditempatkan pada sudut-sudut bangunan.
    Melihat 'antefik', ini semakin semangat, walau kaki sudah pegal-pegal. Karena sudah ada petunjuk mendekati titik utama, dan setelah berjalan kira-kira 50m setelah tikungan .... sayangnya :
reruntuhan Candi Gedong, Tulung Klaten
Reruntuhan Candi Gedong
    Tinggal reruntuhan. Sempat terpaku beberapa saat, antara tak percaya tapi ini kenyataan. Tak percaya karena dalam batin saya sekitar area Klaten jika ada peninggalan seperti ini pasti di'openi' tapi ini kok.....
      Karena saya hanya berdiri diam, beberapa warga yang sedang duduk di dekat mushola  melihat saya dengan tatapan aneh, daripada penasaran timbul pertanyaan, saya pun mendekat. Uluksalam, akhirnya mengalirlah obrolan diantara kami. 
      Intinya ternyata diluar dugaan, bahwa terbengkalainya Candi Gedong ini karena ada campurtangan 'pemerintah' juga, konon awalnya ingin revitalisasi. Tapi cerita yang saya dapat lembaga yang biasa revitalisasi sebuah situs bahkan terkesan pura-pura tidak melihat. saking  berkuasanya pihak yang ingin revitalisasi itu. Selentingan ingatan saya  umbul gedong ini bukan revitalisasi tapi modernisasi menjadi kolam renang modern. Tapi prihatinnya struktur candi menjadi tertumpuk berserakan. Jadi gagal!
Candi Gedong, Tulung Klaten

    Sekedar perbandingan saya cari urutan waktu Jejak Candi Gedong Tulung Klaten dari Google maps :
2017


2023


2024      














          Dari tumpukan watu candi tersebut, Kenapa saya yakin ini Candi karena keberadaan Yoni!
Yoni Candi Gedong, Tulung Klaten

      Yoni pada candi Hindu berfungsi utama sebagai landasan atau tempat dudukan Lingga (simbol Dewa Siwa) dan secara simbolis mewakili energi feminin (Shakti) atau kesuburan. Dalam kosmologi Hindu, pertemuan antara Yoni dan Lingga melambangkan persatuan langit dan bumi yang menciptakan energi kehidupan dan keseimbangan alam semesta.
        Namun Yoni posisinya jungkir balik, selain berubah bentuk mirip Hulk! :
Yoni Situs Gedong, tulung Klaten

       Yoni dilengkapi dengan cerat (saluran menonjol) yang berfungsi mengalirkan air yang telah dituangkan ke atas Lingga saat upacara pemujaan. Air yang mengalir melalui cerat ini dianggap sebagai air suci (amerta).
    Lubang di bagian tengah Yoni dirancang khusus untuk meletakkan Lingga, sehingga keduanya menjadi satu kesatuan utuh. Yoni gedong, Tulung Klaten ini berbentuk kubus atau persegi dengan lubang di tengah (namun saya tak bisa melihat jelas detailnya, karena posisi terbalik).
     Ada struktur kuncian batu, batu berpelipit, bahkan masih terlihat ada relief hiasan atap candi : 


Candi Gedong

Candi Gedong


       Cukup untuk hari ini, sudah lama saya merasa sangat kecewa seperti yang saya rasakan hari ini. Perjuangan jalan kaki memutar menuju Candi gedong, di Dusun Gedongjetis ini menambaha nelangsa... bukan lebay tapi apa boleh buat..... ----

Warga di Umbul Gedong : suwun

          Maturnuwun warga sekitar, saya mendapatkan perspektif baru tantangan peninggalan tidak hanya eksternal, bahkan penguasa lokal saya menjadi kekuatan merusak. sayang banget!

        Semoga tersadar...

ssdrmk

Salam pecinta situs dan watu candi